Abstract :
Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi peluang penghematan energi listrik di Hotel Mercure Kuta Bali, sebuah hotel yang terletak di kawasan wisata terkenal di Bali dengan tingkat hunian mencapai 95%. Hotel ini menggunakan sistem tata udara buatan (AC) 1,5 PK dan dilengkapi dengan 9 titik lampu di setiap kamarnya, yang menyebabkan biaya listrik per bulan menjadi besar. Audit energi dilakukan dengan fokus pada peralatan listrik yang mengonsumsi daya tinggi, seperti AC, showcase, dispenser, dan lampu. Proses audit dimulai dengan persiapan yang mencakup pertemuan pendahuluan dan wawancara dengan pemilik hotel, diikuti oleh survei gedung untuk mendapatkan gambaran umum mengenai sistem operasional hotel dan potensi penghematan energi. Hasil audit menunjukkan bahwa ada potensi penghematan energi sebesar 1.888,4 kWh per bulan, yang setara dengan penghematan biaya listrik sebesar Rp 2.803.722,18. Dengan rata-rata tagihan listrik bulanan sebesar Rp 20.366.439,86, penghematan ini dapat mengurangi biaya operasional hotel menjadi Rp 17.562.717,68 per bulan, sehingga secara signifikan menurunkan pengeluaran operasional hotel.