Abstract :
Pembangunan proyek konstruksi di Indonesia mengalami perkembangan pesat
dan kompleks, yang memerlukan manajemen proyek yang efektif. Manajemen
konstruksi
melibatkan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan
pengendalian (POAC), dengan perencanaan sumber daya manusia (SDM) yang
krusial untuk menjaga biaya, mutu, dan waktu (BMW) proyek. Penelitian ini menilai
efektivitas tenaga kerja dalam proyek arsitektur di SMAN 12 Denpasar. Penelitian
bertujuan menentukan jumlah tenaga kerja, waktu, dan biaya yang dibutuhkan.
Metode deskriptif kuantitatif digunakan untuk membandingkan perencanaan dengan
realisasi, mempengaruhi waktu dan biaya. Analisis produktivitas melibatkan volume
dan durasi, contohnya produktivitas pasangan bata ringan sebesar 27.78 m²/hari.
Perhitungan tenaga kerja berdasarkan koefisien produktivitas dan biaya upah
mencapai Rp 81,003,862.19. Hasil menunjukkan bahwa produktivitas pelaksanaan
lebih tinggi dibandingkan perencanaan untuk pekerjaan bata ringan, plesteran, dan
acian. Jumlah tenaga kerja dalam perencanaan kurang efektif dibandingkan
pelaksanaan, dengan biaya tenaga kerja yang lebih rendah dalam pelaksanaan dan
waktu yang lebih efisien, meski terdapat ketidakefisienan di lantai 3.