Abstract :
Sloof Coffee, yang berlokasi di Denpasar, menghadapi tantangan dalam melayani order menu dan Kelola bahan baku serta data transaksi manual. Hal ini mengakibatkan pelayanan kepada pembeli belum optimal. Untuk mengatasi masalah ini, Model Prototyping diterapkan dalam pengembangan sistem informasi berbasis website untuk Sloof Coffee. Metode ini dipilih karena memungkinkan pengembang dan pengguna berinteraksi langsung selama proses pengembangan, memastikan bahwa kebutuhan pengguna dapat terakomodasi sejak tahap awal. Proses pengembangan dimulai dengan mengumpulkan data penting seperti menu, harga, deskripsi tempat, lokasi, fasilitas, dan foto-foto yang ada di Sloof Coffee. Data ini digunakan untuk membuat prototipe awal, yang kemudian diuji dengan mendapatkan umpan balik dari pengguna melalui survei rancangan antarmuka. Umpan balik tersebut digunakan untuk melakukan iterasi perbaikan dan penyesuaian pada prototipe, sehingga sistem yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan operasional kafe. Penelitian ini menunjukkan bahwa Model Prototyping dapat diterapkan dalam pengembangan website Sloof Coffee, membantu menghasilkan sistem informasi yang lebih tepat guna dan relevan dengan kebutuhan pengguna. Sistem ini juga memiliki potensi untuk mendukung promosi dan operasional bisnis kafe di era digital.