Abstract :
Food cost merupakan salah satu komponen biaya utama dalam operasi pariwisata, terutama untuk fasilitas makanan dan minuman adanya standar biaya makanan membantu mengontrol biaya produksi dan menetapkan harga jual yang tepat. Namun dalam pelaksanaan operasional standar cost yang ditetapkan seringkali tidak sesuai dengan actual cost sehingga mengakibatkan adanya selisih. analisis selisih digunakan untuk membantu mengetahui apa yang mengakibatkan adanya selisih yang terjadi yang dapat dijadikan sebagai dasar bagi manajemen hotel dalam memperoleh keuntungan
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengendalian biaya food cost di Atlas Beach Club selama periode April hingga Agustus 2024. Food cost merupakan komponen penting dalam manajemen operasional restoran yang secara langsung mempengaruhi profitabilitas. Penelitian ini difokuskan pada analisis selisih biaya makanan antara food cost standar dan actual food cost pada lima menu terlaris. Metode analisis yang digunakan mencakup perhitungan selisih harga dan kuantitas bahan baku, yang kemudian dikategorikan sebagai selisih menguntungkan (favourable) atau selisih merugikan (unfavourable). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat total selisih merugikan sebesar Rp2.723.000, yang sebagian besar disebabkan oleh penggunaan bahan baku yang tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan. Selisih merugikan terbesar ditemukan pada bahan Lobster Portion dan Dijon Mustard "CLOVIS", sedangkan beberapa bahan seperti Parmesan Grano Padano dan Salad Mix menunjukkan selisih menguntungkan. Temuan ini menekankan pentingnya pengendalian kuantitas dan harga bahan baku melalui pemantauan yang lebih ketat dan penerapan strategi pengelolaan yang efektif untuk mengurangi potensi kerugian dan meningkatkan efisiensi operasional.