Abstract :
Gangguan pada transformator menyebabkan rusaknya trafo dan dapat menurunkan kinerja dari trafo serta dapat menggagalkan penyaluran tenaga listrik ke pelanggan. Salah satu contoh dari penyebab rusaknya trafo adalah overload atau beban lebih. Sesuai Surat Edaran Direksi PT. PLN (Persero) Nomor: 0017.E/DIR/2014, persentase pembebanan transformator tidak boleh melebihi 80%. Ada tiga cara untuk menangani kondisi overload, yaitu dengan cara uprating, memasang gardu sisip, dan yang terakhir dengan pengalihan beban atau pecah beban. Seperti yang terjadi pada Gardu Distribusi DS 0375 dengan daya transformator 250 kVA, yang transformatornya mengalami overload atau beban lebih, dengan persentase pembebanan sebelum pengalihan beban mencapai 83,628
% pada kondisi waktu beban puncak yang artinya pembebanan sudah melebihi standar pembebanan yaitu 80% dan menyebabkan efisiensi trasformatornya turun menjadi 98,45%. Karena telah mengalami overload, maka dilakukan pengalihan beban. Sesuai kondisi dilapangan, penanganannya hanya memungkinkan menggunakan cara pengalihan beban. Karena jarak gardu DS 0375 yang relatif dekat dengan gardu DS 1424. Setelah dilakukannya pengalihan beban, persentase pembebanan pada gardu DS 0375 turun menjadi 41,28% dan efisiensi transformatornya naik menjadi 98,73%.