Abstract :
Sistem ini memantau parameter arus, tegangan, radiasi matahari, dan debit air yang dihasilkan oleh pompa. Pengujian dilakukan untuk mengevaluasi akurasi sensor PZEM 017 dalam membaca arus dan tegangan, sensor termokopel untuk suhu, sensor LDR untuk radiasi matahari, dan sensor water flow untuk debit air. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sensor-sensor tersebut memiliki tingkat akurasi yang tinggi, dengan rata-rata kesalahan yang rendah pada setiap parameter yang diuji.
Dalam pengujian arus dan tegangan, sensor PZEM 017 menunjukkan rata-rata kesesuaian arus sebesar 97,4% dan tegangan sebesar 96,4%. Pengujian suhu dengan termokopel menunjukkan rata-rata kesesuaian sebesar 98,8%. Untuk radiasi matahari, sensor LDR memiliki rata-rata kesesuaian sebesar 99,16%, sedangkan sensor water flow menunjukkan rata-rata kesesuaian debit air sebesar 99,4%. Analisis hubungan antara arus, tegangan, dan radiasi matahari dengan debit air menunjukkan bahwa pada suhu 43,25°C dan radiasi matahari sebesar 170,24 W/m², debit air tertinggi yang dihasilkan mencapai 3,36 L/m dengan tegangan 12,7 V dan arus 1,93 A. Namun, peningkatan suhu dan radiasi matahari tidak selalu berbanding lurus dengan peningkatan debit air, menunjukkan adanya faktor lain yang mempengaruhi kinerja pompa submersible. Hasil ini memberikan wawasan penting bagi pengoptimalan sistem pompa submersible tenaga surya berbasis IoT.