Abstract :
Kontraktor harus mengadakan suatu perencanaan biaya dengan
merencanakan cashflow proyek yang dikelola dengan baik dan menganalisa pada
akhir pelaksanaan proyek, agar pihak kontraktor tidak mengalami kerugian. Analisa
cashflow akan mendapatkan hasil yang baik dengan menjadwalkan kegiatan proyek
dan perkiraan biaya yang tepat. Adapun tujuan dari kajian ini yaitu: (1) Untuk
mengetahui RAP pada pembangunan gedung SDN 6 Kuta. (2) Untuk mengetahui
cashflow pada pembangunan gedung SDN 6 Kuta. (3) Untuk mengetahui
keuntungan dari proyek pembangunan gedung SDN 6 Kuta.
Berdasarkan data existing seperti RAB, time schedule, dan AHSP dapat
membuat RAP yang terdiri biaya langsung seperti biaya material, upah tenaga kerja,
biaya subkon, dan biaya tidak langsung. Dan selanjutnya melakukan analisis cash
in dan cash out dan dilanjutkan melakukan analisis casflow.
Adapun hasil yang diperolah yaitu: (1) RAP (rencana anggaran pelaksanaan)
pada pembangunan proyek SDN. 6 Kuta sebesar Rp. 1.975.337.816,-. (2) Pada
masing ? masing cashflow mendapatkan profit sebagai berikut: Pada cashflow
dengan kebijakan eksisting mendapatkan profit sebesar Rp. 284.237.874,- dengan
presentase profit sebesar 12,58%. Pada analisis cashflow dengan kebijakan 1
mendapatkan profit sebesar Rp. 12,58%dengan presentase profit sebesar 12,58%.
Pada analisis cashflow dengan kebijakan 2 mendapatkan profit sebesar Rp.
227.704.540,- dengan presentase profit sebesar 10,08%. Pada analisis cashflow
dengan kebijakan 3 mendapatkan profit sebesar Rp. 263.037.874,- dengan
presentase profit sebesar 11,64%. (3) Dari 3 kebijakan yang digunakan, kebiajakan
1 menjadi alternatif yang baik karena mendapatkan diagram cashflow yang bagus
dan juga mendapatkan profit sebesar 12,58% dengan jumlah harga sebesar Rp.
284.237.874,-.