Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Jayanti, Ni Made Krisna Feby Dwi
Sudiasa, I Wayan
Sutapa, I Nyoman
Subject
Ilmu Teknik
Datestamp
2022-10-28 03:23:38
Abstract :
Meski telah dianggarkan dengan biaya yang besar, dalam pelaksanaan suatu proyek
konstruksi baik proyek swasta maupun pemerintah kerap kali mengalami pembengkakan biaya.
Salah satu proyek pemerintah yang berpotensi mengalami hal tersebut adalah Proyek Pembangunan
Gedung Pengadilan Tinggi Denpasar. Untuk mencegah terjadinya pembengkakan biaya maka
diperlukan suatu metode analisis yang dapat mengoptimalisasikan penggunaan biaya proyek. Oleh
karena itu pada penelitian ini dilakukan analisis value engineering atau rekayasa nilai pada item
pekerjaan yang berpotensi tinggi menyebabkan pembengkakan biaya untuk dicarikan alternatif
terbaik yang mampu mengahasilkan selisih pada biaya perencanaan awal dan biaya penggunaan
alternatif terpilih.
Pengolahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan metode analitis yakni mengolah data
yang sudah ada sehingga menghasilkan hasil akhir yang dapat disimpulkan serta proses pengolahan
datanya mengacu pada penerapan metode value engineering pada item pekerjaan yang telah
ditentukan dengan metode pareto.
Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan pada item pekerjaan struktur atas
memunculkan tiga alternatif yaitu existing (K250), Alternatif II (K300), dan Alternatif III (K350).
Dari ketiga alternatif tersebut, Alternatif III (K350) terpilih menjadi alternatif terbaik yang dapat
digunakan karena menghasilkan penghematan biaya sebesar Rp. 46.776.506,01 atau 4,84% dari
biaya pekerjaan struktur atas. Serta perbandingan biaya keseluruhan proyek konstruksi adalah dari
Rp. 4.346.399.919 menjadi Rp. 4.299.622.685.
Kata kunci : biaya, value engineering, struktur beton bertulang