Abstract :
Unit Layanan Transmisi dan Gardu Induk (ULTG) Bali Selatan memiliki peran penting dalam pemeliharaan peralatan sistem transmisi dan gardu induk. Salah satu komponen kunci dalam sistem ini adalah Pemutus Tenaga (PMT) yang menggunakan gas SF6 sebagai media pemadam api dan isolasi. Gas SF6 dipilih karena sifatnya yang tidak berwarna, tidak berbau, tidak beracun, dan tidak mudah terbakar, serta kemampuannya dalam meningkatkan kekuatan dielektrik. Namun, penurunan tekanan gas SF6 yang terukur menjadi 6,1 bar pada PMT Bay Kapasitor GI Pemecutan Kelod, yang seharusnya berada pada tekanan standar 6,4 bar, menunjukkan adanya masalah yang perlu ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab kebocoran gas SF6 pada PMT, cara mengatasi kebocoran tersebut, serta dampak penurunan gas SF6 terhadap kinerja PMT. Dengan membatasi fokus pada pengisian gas SF6 dan kebocoran pada pemutus tenaga, penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai penanganan dan pemeliharaan gas SF6 dalam sistem transmisi. Manfaat dari penelitian ini meliputi penilaian kelayakan kinerja PMT berdasarkan hasil uji dan peningkatan pengetahuan mengenai prosedur pengisian gas SF6. Penelitian ini juga memberikan wawasan tentang dampak penurunan gas SF6 terhadap peralatan, sehingga dapat diambil langkah-langkah preventif untuk menjaga performa sistem transmisi yang optimal.
Kata Kunci: Gas SF6, Pemutus Tenaga (PMT), Kebocoran, Pengisian Gas, Kinerja Peralatan, ULTG Bali Selatan.