Abstract :
Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam Asam di Kalimantan Selatan,
dengan kapasitas terpasang sebesar 260 MW dari empat unit pembangkit masing-masing
berkapasitas 65 MW, memiliki kebutuhan daya tambahan (Auxiliary Power) yang
signifikan, yaitu sekitar 7-10% dari total daya yang dihasilkan atau sekitar 4,5?6,5 MW.
Kebutuhan ini mencakup penggunaan daya untuk proses pendinginan, sistem pompa,
kontrol, dan penerangan di area PLTU. Dalam rangka meningkatkan efisiensi energi dan
mendukung kebijakan pemerintah untuk mengurangi emisi karbon serta penggunaan
energi fosil, penelitian ini mengusulkan perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
(PLTS) on-grid di atap gedung administrasi PLTU Asam Asam. Dengan memanfaatkan
luas atap gedung administrasi yang besar dan kondisi geografis yang ideal dengan rata?rata 5-6 jam sinar matahari efektif per hari, diharapkan PLTS on-grid ini mampu
mengurangi konsumsi daya tambahan di gedung administrasi hingga 881 kWh/hari.
Penelitian ini mencakup analisis potensi energi surya di lokasi tersebut dengan estimasi
produksi energi tahunan sekitar 211.230,48 kWh, perencanaan sistem PLTS yang optimal
dengan kapasitas 40 kWAC, serta studi kelayakan teknis dari penerapan sistem tersebut.
Hasil perencanaan menunjukkan bahwa penggunaan 84 modul surya berkapasitas 550
Wp yang terbagi dalam empat orientasi, masing-masing terdiri dari 21 modul, mampu
memenuhi sebagian kebutuhan Auxiliary Power gedung administrasi. Implementasi
PLTS on-grid ini diharapkan tidak hanya mengurangi biaya operasional dan
meningkatkan efisiensi energi secara keseluruhan, tetapi juga berkontribusi pada
peningkatan penggunaan energi terbarukan dan pengurangan emisi karbon. Penelitian ini
bertujuan untuk memberikan pedoman praktis serta analisis mendalam mengenai
perencanaan dan implementasi teknologi PLTS di fasilitas PLTU, mendukung upaya
global dalam transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.