Abstract :
Memiliki fungsi sebagai pemutus arus beban saat terjadinya gangguan membuat PMT memiliki peran yang sangat vital dalam sistem distribusi listrik. Meskipun PMT memiliki peran demikian, nyatanya nilai tahanan isolasi, tahanan kontak, tegangan kerja coil open close dan kerempakan PMT akan berubah seiring berjalannya waktu yang menyebabkan kinerja pada PMT tidak baik atau tidak sesuai dengan standar pengoperasiannya. Memiliki peran yang sangat vital namun mengalami penurunan nilai tahanan pada PMT. Mengingat pentingnya fungsi PMT sebagai penyulang kelan di GIS Bandara, sehingga perlu dilakukannya analisa terkait pemeliharaan dua tahunan terhadap PMT tersebut. Selain itu, analisa ini perlu dilakukan juga untuk memastikan kelayakan PMT tersebut dalam beroperasi dan menghindari adanya ketidaksediaannya distribusi listrik yang handal. Untuk menganalisa hal tersebut, penulis telah memperoleh data dari pengukuran atau pengujian pada saat pemeliharaan dua tahunan yang digunakan sebagai acuan dalam menganalisa apakah PMT 20 kV Kubikel Penyulang Kelan masih dalam kategori layak operasi atau tidak, hingga dilakukan pemeliharaan berikutnya. Berdasarkan hasil pengukuran dan perbandingan dengan standarisasi menghasilkan bahwa Pemutus Tenaga Penyulang Kelan masih dalam kondisi layak digunakan.