Abstract :
Pertanian di Indonesia adalah sektor penting yang mendukung kebutuhan pangan, bahan
baku, sumber energi, dan pengelolaan lingkungan hidup masyarakat. Namun, untuk
meningkatkan efisiensi dan produktivitas, integrasi teknologi dalam praktik pertanian
sangat diperlukan. Penelitian ini mengembangkan dan menguji sistem smart farming
berbasis Internet of Things (IoT) yang memanfaatkan sensor kelembaban tanah dan suhu
udara untuk mengoptimalkan penyiraman dan pemupukan tanaman di perkebunan Nusa
Dua Beach Hotel & Spa. Sistem yang dikembangkan terdiri dari sensor kelembaban
tanah, sensor suhu udara (DHT22), dan kontrol otomatisasi yang terhubung ke aplikasi
mobile. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penyiraman air otomatis,
merancang sistem pemupukan melalui aplikasi pada smartphone, dan memonitoring suhu
serta kelembaban tanah. Pengujian sistem penyiraman otomatis dilakukan berdasarkan
sensor kelembaban tanah dengan lima kali pengujian, menunjukkan bahwa pompa hidup
saat kelembaban tanah di bawah 50%. Pengujian sistem pemupukan juga dilakukan lima
kali, dengan hasil pengaturan pompa pada 51,89 detik untuk mengeluarkan 250 ml pupuk.
Hasil analisis menunjukkan bahwa sensor soil moisture memiliki tingkat akurasi 99,77%
dalam membaca kelembaban tanah, sementara sensor DHT22 memiliki akurasi 98,805%
dalam membaca suhu udara. Sistem monitoring dan kontrol berbasis IoT ini
memungkinkan pemantauan real-time dan pengaturan otomatis yang efektif, mengurangi
pemborosan air dan energi serta meningkatkan efisiensi pengelolaan perkebunan.
Kesimpulannya, sistem penyiraman dan pemupukan otomatis yang terintegrasi dengan
aplikasi mobile terbukti efektif dalam meningkatkan produktivitas dan kualitas tanaman.
Implementasi teknologi IoT dalam pertanian memberikan solusi praktis untuk
pengelolaan sumber daya yang lebih baik, mendukung pertumbuhan tanaman yang
optimal, dan memberikan keuntungan ekonomi yang signifikan bagi para petani.