Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Yudistira, I Gusti Ngurah
Wibolo, Achmad
Subagia, I Wayan Adi
Subject
Ilmu Teknik
Datestamp
2022-10-03 21:45:47
Abstract :
Sistem refrigerasi yang salah satunya adalah mesin es balok kristal. Bisnis menjual es kristal di Indonesia semakin hari semakin banyak. Maraknya para pelaku usaha yang menjual es kristal dengan ukuran yang besar membuat kosumsi energi yang digunakan jaga semakin tinggi dan mengenai waktu produksi yang dibutuhkan juga cukup lama. Ada banyak faktor yang dapat mengganggu proses dari produksi es salah satunya adalah listrik padam, dimana untuk memproduksi es listrik adalah hal yang paling utama, energi listrik akan digunakan untuk menghidupkan atau mengoprasikan sistem refrigerasik maka dari itu munculah ide untuk menyiasati hal tersebut, dimana diketahui kemampuan PCM yang dapat mempertahankan suhu lebih lama dan dapat bekerja dalam dibawah suhu 0?.
Metode penelitian yang akan dilakukan adalah proses pembuatan mesin es, dimana pada mesin es ini akan diaplikasikan dengan Bio-PCM. Bio-PCM tersebut akan diletakan pada bagian bawah cetakan lebih tepatnya akan merendam evaporator. Bio-PCM akan dicapur menggunakan air dengan komposisi 20% PCM akan di campur dengan 80%.
Hasil dari penelitan menunjukan ada beberapa proses dalam pembuatan mesin es kristal, mulai dari gambar rancangan, pembuatan bodi, pembuatan box PCM, pembuatan dudukan evaporator, pembuatan evaporator, pembuatan cetakan dan bodi dalam, hingga proses perakitan meliputi pengecoran polyurethane, perakitan sistem refrigerasi, perakitan kelistrikan , dan menampilkan hasil perakitan, setelah itu melakukan running test. Pada saat pembuatan bodi bahan yang digunakan adalah besi hollow berukuran 3,5 cm x 3,5 cm dengan tebal 0,12 cm, dan dipotong menggunakan mesin gerinda, kemudian di satukan menggunakan las listrik dan las acetelin. Dalam proses pembuatan evaporator menggunakan bahan pipa stainless steel, dengan diameter 0,8 cm dengan tebal 0,12 cm, yang ditekuk menggunakan bending tool. Dalam pembuatan box , tutup box dan cetakan es menggunakan bahan plat stainless steel yang dipotong menggunakan gerinda dan disatukan menggunakan las stainlees. Dari hasil running test, mesin es kristal belum dapat dikatakan bekerja dengan optimal dikarenakan tempretur PCM yang diukur di beberapa titik box belum merata dalam mencapai suhu kerja.
Kata kunci : Mesin es kristal, proses pembuatan, Bio-PCM