Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Setyawan, I Kadek Juli
Arsana, Made Ery
Sunu, Putu Wijaya
Subject
Ilmu Teknik
Datestamp
2022-09-25 05:49:34
Abstract :
Sistem AHU ( Air Handling Unit ) yaitu proses fresh air masuk ke area
plenum atau mixing clamber disertai dengan return air. Udara masuk ke proses
cooling coil dengan dibantu oleh sebuah rangkaian CU (Condencing Unit) yaitu
tempat proses pendinginan dengan suhu 12oC. Setelah proses tersebut dilakukan,
maka masuk ke area dimana terdapat komponen fan/ blower yaitu merupakan
proses kemampuan udara untuk menekan atau melewati hambatan yang ada
didepannya. Udara yang ditarik oleh Blower akan melewati hepa filter, yang
merupakan proses penyaringan udara tahap akhir sesuai dengan kelas kebersihan
ruangan dengan efisiensi 99,9%. Tahap terakhir udara dapat langsung disalurkan
melalui ducting ke ruangan yang akan dikondisikan, dan begitu seterusnya karena
udara akan bersirkulasi.
Untuk menentukan temperatur yang nyaman dalam suatu ruangan,
menurut Standar Nasional Indonesia (SNI) yaitu temperatur sebesar 25°C ± 1,5°C
dengan kelembaban relatif 60% ± 10%.
Hasil pengujian AHU (Air Handling Unit) yang tidak dilengkapi dengan
pemanas udara pada system Trainer GT ? 600 (Good Tech). Temperatur dan
kelembabannya tidak dapat memenuhi standar kenyamanan dari SNI. Temperatur
dan RH yang didapatkan pada saat pengujian adalah 21°C dan RH 62,2 %. Dari
pengkombinasian fresh air 25% dan return air 100% yang menyebabkan Trainer
GT ? 600 (Good Tech) tidak maksimal apabila dioperasikan tidak dengan sistem
pemanas udara, sistem trainer ini sangat membutuhkan pemanas udara untuk
mengontrol atau mencapai temperatur dan RH, menurut standar SNI 25°C ? 27°C
dan untuk RHnya 40% hingga 50%. dari hasil perhitungan pada pengujian AHU
(Air Handling Unit) yang tidak dilengkapi dengan pemanas udara pada sistem
Trainer GT ? 600 (Good Tech). Diperoleh nilai COP terbesar 5,06 dan COP
terkecilnya 4.
Kata Kunci : Fresh air, return air AHU, Trainer GT-600