DETAIL DOCUMENT
Pemilihan Modul Suhu dan Kelembaban Relatif yang DiImplementasikan pada Air Cooler Berbasis Arduino Mega 2560
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Wirawan, I Made Krisna
Yasa, I Made Sumerta
Darminta, I Ketut
Subject
Teknik Elektro Dan Informatika 
Datestamp
2022-09-29 23:17:35 
Abstract :
Suhu dan kelembaban relatif udara merupakan beberapa parameter pengukuran yang sering digunakan dalam sistem instrumentasi di berbagai kegiatan industri, medis, pertanian, peternakan, stasiun Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan lain sebagainya. Dalam perancangan instrumen suhu dan kelembaban relatif pada arduino banyak sekali pilihan sensor atau modul yang ada di pasaran. Sensor atau modul merupakan salah satu yang menentukan seberapa tepat hasil yang diperoleh dibandingkan dengan pengukuran yang sebenarnya melalui instrumen ukur. Dalam pemilihan sensor atau modul suhu dan kelembaban relatif, salah satu hal yang dipilih adalah tingkat akurasi pengukuran. Dalam penelitian ini membahas cara perancangan instrumen suhu dan kelembaban relatif menggunakan modul DHT11, DHT22, AM2301A, AHT10, AHT25 berbasis Arduino Mega 2560, 5 jenis modul tersebut masing-masing menggunakan 3 modul. Setelah perancangan maka dilakukan proses pengukuran suhu dan kelembaban relatif yang dibandingkan dengan Thermohygrometer acuan, dan cara pengambilan sampel untuk mencari akurasi masing-masing modul. Pada proses pengukuran, dilakukan di dalam ruangan yang sama serta kondisi malam dan siang. Hasil akurasi modul suhu dan kelembaban relatif tertinggi didapat dengan modul nomor 3 AM2301A sebesar 98,9184%, hasil akurasi terendah didapat dengan modul nomor 2 AHT25 sebesar 93,4435%. Dalam pemilihan modul suhu dan kelembaban relatif yang diimplementasikan pada air cooler tentunya memilih beberapa parameter yaitu tingkat akurasi, dimensi fisik, resolusi. Implementasi instrumen suhu dan kelembaban relatif pada air cooler menggunakan modul nomor 3 AHT10, karena pada modul ini memiliki tingkat akurasi 98,61%, memiliki ukuran yang relatif kecil, tingkat pembacaan atau resolusi suhu mencapai 0,01°C dan resolusi kelembaban relatif 0,024%. Untuk kontrol air cooler dikontrol menggunakan push button yang ada pada panel atas air cooler, menggunakan remote kontrol infra red, dan melalui button pada aplikasi blynk. sedangkan penampilan nilai suhu dan kelembaban relatif menggunakan LCD1602A dan Gauge, SuperChart pada aplikasi Blynk. Dari hasil pengujian yang telah dilakukan membuktikan bahwa sistem ini dapat bekerja dengan baik. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali