Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Rustiawan, I Wayan Kevin
Indra, Ida Bagus Puspa
Ardana, I Gusti Ngurah
Subject
Ilmu Teknik
Datestamp
2022-09-13 13:31:46
Abstract :
Indonesia memiliki dua musim yaitu musim kemarau dan musim hujan. Dengan musim yang ada tersebut, mempunyai keuntungan dan kekurangan tersendiri khususnya dalam hal pengeringan. Dengan perubahan musim yang tidak dapat diperkirakan maka, dapat menghambat proses pengeringan pakaian. Proses pengeringan pakaian ini bisa memakan waktu yang lebih lama, sehingga berpengaruh oleh penghuni rumahan, maupun jasa laundry. Menjemur pakaian di bawah sinar matahari dapat dilakukan dimana saja dan dengan jumlah yang tidak terbatas, baik sedikit maupun banyak dengan waktu yang relatif hampir sama. Penelitian menunjukan bahwa pengeringan pakaian dilakukan 7 jam dengan temperatur lingkungan berkisar antara 29-34?C, serta kecepatan aliran udara lingkungan rata-rata adalah 8,3 m/s.
Proses yang di lakukan dalam pembuatan alat pengering pakaian menggunakan elemen pemanas berkapasitas 10 kg meliputi proses perancangan alat, pembuatan rangka, pemasangan komponen kelistrikan, dan proses pengujian. Dimensi alat pengering 183 cm x 88 cm x 45 cm dengan dimensi ruang pengering 170 cm x 81 cm dan memiliki 2 hanger berkapasitas 10 kg pakaian. Komponen-komponen yang digunakan adalah 3 elemen pemanas yang masing-masing berdaya 100 watt AC model tubular heater lurus, Kipas udara model sunon fan dengan AC220/240V 50/60 Hz dua buah, kontrol temperatur type REX-C100 22V, timer delay type H3CR-A8 110V. Bahan-bahan yang digunakan adalah lemari filling cabinet merek brother, besi siku 3 cm x 3 cm dengan tebal 2mm, triplek dengan tebal 3 mm, aluminium foil dengan tebal 0,2 mm, reng 30 baja ringan tebal 0,7 mm. Proses pengeringan pakaian berlangsung didalam ruangan pengering dengan pengaturan temperatur 50?C selama 2 jam menggunakan 10 kg pakaian dengan dimensi panjang 170 cm dan lebar 81 cm.