DETAIL DOCUMENT
Pembuatan Pulut Tai Tai sebagai Hidangan Breakfast Pass Around oleh Commis di Pastry Section The Ritz-Carlton, Bali
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Oktavia, Sandra
Sudarmini, Ni Made
Suarta, I Ketut
Subject
Bidang Sosial Lain Yang Belum Tercantum 
Datestamp
2022-09-14 00:24:02 
Abstract :
Pembuatan Pulut Tai Tai sebagai hidangan breakfast pass around oleh commis di pastry section The Ritz-Carlton, Bali terbagi menjadi tiga tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap pembuatan dan tahap akhir penyajian. Dalam tahap persiapan ada beberapa hal yang harus dilakukan, antara lain persiapan diri, persiapan lingkungan kerja, persiapan peralatan, persiapan bahan yang akan digunakan. Tahap pembuatan meliputi cara penyiapan dan pengolahan bahan untuk membuat Pulut Tai Tai seperti pembuatan kue pulut sebagai based atau dasar dan pembuatan kaya malaka jam. Tahap pembuatan kue pulut sangat penting dan perlu diperhatikan karena dalam tahapan ini menjadi kunci utama penentu berhasil atau tidaknya seorang commis menggolah beras ketan agar bisa disajikan dengan baik untuk tamu. Selain itu dalam pembuatan Pulut Tai Tai sebagai hidangan Breakfast pass around oleh commis di pastry section The Ritz-Carlton, Bali ada tiga hambatan yang dialami oleh commis, hambatan pertama warna dari kue pulut tidak biru dan cenderung kehijauan hal ini disebabkan oleh pemakaian air rebusan bunga telang yang sudah dipakai berulang kali menyebabkan tidak keluarnya warna biru yang bagus terhadap beras ketan sehingga untuk mengatasinya seorang commis diharapkan teliti dan selalu mengecek kepekatan dari air rebusan bunga telang selain itu lebih disarankan satu kali penggunaan. Hambatan yang kedua yaitu tekstur kue ketan yang keras disebabkan oleh waktu pengukusan kurang, suhu kompor tidak stabil dan jumlah takaran air yang kurang, sehingga diharapkan penggunaan bahan sesuai dengan resep maupun standar hotel untuk menciptakan hasil akhir yang baik. Hambatan yang terakhir yaitu kue pulut lembek dan tidak dapat dipotong disebabkan oleh pengukusan yang terlalu lama serta kadar air terlalu banyak, sehingga sebagai commis cara mengatasinya adalah fokus terhadap standar resep juga waktu pengukusan yang tepat. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali