Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Putri, Ni Putu Mita Diliadnya
Aryawan, I Gede Made Oka
Parwita, I Gusti Lanang Made
Subject
Transportasi
Datestamp
2023-09-01 16:28:29
Abstract :
Perkembangan suatu kota akan menghasilkan pertumbuhan jumlah penduduk dan kegiatan ekonomi pada kota tersebut. Meningkatanya pertumbuhan penduduk dan jumlah kendaraan dapat mencerminkan adanya peningkatan penggunaan jaringan jalan raya sebagai media transportasi. Kuta Utara merupakan salah satu kota di Indonesia khususnya di Bali yang memiliki jumlah populasi penduduk yang cukup padat, yang merupakan daerah pariwisata dimana banyak terdapat aktivitas masyarakat yang menggunakan sarana transportasi di jalan terutama pengguna sepeda motor. Semakin padat transportasi maka hal itu dapat menyebabkan beberapa dampak negatif. Tujuan dari dilakukannya penelitian ini untuk mencari hubungan antara peningkatan jumlah sepeda motor dengan ekuivalensi mobil penumpang pada ruas Jalan Raya Canggu serta untuk mengetahui tingkat pelayanan jalan pada ruas jalan tersebut.
Data pada penelitian ini diperoleh dengan cara melakukan survey secara langsung di lapangan kemudian pengambilan keputusan menggunakan metode time headway yang kemudian akan dibandingkan dengan nilai EMP pada MKJI 1997.
Dari perhitungan tersebut didapatkan nilai EMP hasil perhitungan pada hari kamis untuk lajur arah Dps-Tanah Lot adalah 0,67 untuk sepeda motor dan 1,05 untuk kendaraan berat. EMP untuk lajur arah Tanah Lot-Dps adalah 0,47 untuk sepeda motor dan 1,18 untuk kendaraan berat. Nilai EMP hasil perhitungan pada hari minggu untuk lajur arah Dps-Tanah Lot adalah 0,78 untuk sepeda motor dan 1,30 untuk kendaraan berat. EMP untuk lajur arah Tanah Lot-Dps adalah 0,46 untuk sepeda motor dan 1,16 untuk kendaraan berat. Dari hasil penelitian didapatkan nilai DS diatas 0,75 yang berati Jalan Raya Canggu kurang layak untuk melayani lalu lintas pada saat jam sibuk. Proporsi sepeda motor mempengaruhi nilai EMP kendaraan berat (HV), hal ini dikarenakan jumlah pengendara sepeda motor yang tinggi dan karakteristik pengendara sepeda motor yang cenderung mengemudikan kendaraan dengan pola yang tidak beraturan.