DETAIL DOCUMENT
Analisis Teknis dan Ekonomis Perencanaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Rooftop Rumah Tinggal di Hayam Wuruk Residence – Denpasar Menggunakan Homer Pro
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Priambudy, Fajar Alam
Sugirianta, Ida Bagus Ketut
Yasada, Gede
Subject
Teknik Elektro 
Datestamp
2023-09-04 00:46:58 
Abstract :
Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menetapkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai sumber energi terbarukan yang vital untuk pembangunan energi Indonesia. Indonesia memiliki target kapasitas PLTS nasional 6,5 GW pada 2025 dan 45 GW pada 2050, dengan Provinsi Bali menargetkan 108 MW pada 2025. Namun, peran energi terbarukan di Bali masih terbatas, hanya menyumbang 1% dari total kapasitas listrik, dengan berbagai komposisi, termasuk tenaga surya, tenaga angin, mikrohidro, dan tenaga limbah. Meskipun terdapat beberapa PLTS di Bali, seperti PLTS Kayubihi dan PLTS Yeh Mampeh, masih terdapat tantangan dalam mendiversifikasi energi terbarukan. Salah satu solusi yang menonjol adalah PLTS rooftop, yang memiliki keuntungan termasuk minim lahan dan terintegrasi dengan atap bangunan. Analisis teknis dan ekonomis perencanaan PLTS rooftop sangat penting, terutama dalam skenario on-grid dan off-grid, untuk mengoptimalkan penggunaan energi terbarukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rumah tinggal di Hayam Wuruk Residence memiliki potensi matahari yang baik, dengan produksi energi listrik sekitar 9027 kWh/year melalui simulasi HOMER Pro dan 10.371,161 kWh/year dengan perhitungan manual, serta Performance Ratio sebesar 99%. Dua konfigurasi PLTS dijelaskan, yaitu sistem on-grid dan off-grid. Namun, sistem off-grid tidak layak dilaksanakan karena keterbatasan luas area atap, sehingga analisis hanya dilakukan untuk sistem on-grid. Analisis ekonomi dari kedua konfigurasi dilakukan menggunakan metode manual dan HOMER Pro. Sistem PLTS on-grid memiliki biaya investasi awal dan biaya operasi yang menghasilkan Life Cycle Cost sekitar Rp. 91.474.002, serta Net Present Value sekitar Rp. 17.338.451, Internal Rate of Return 65,76%, Profitability Index 1,90, dan Gross B/C 1,90. Simulasi HOMER Pro menghasilkan biaya total keseluruhan sistem PLTS on-grid sekitar Rp. 165.939.224,36 dengan Return on Investment sekitar 14,3% dan Internal Rate of Return sekitar 18,4%. Kesimpulannya, perancangan PLTS rooftop pada rumah tinggal di Hayam Wuruk Residence, Denpasar, berdasarkan analisis teknis dan ekonomis, terutama dalam konfigurasi on-grid, dianggap layak dan berpotensi memberikan keuntungan ekonomi serta sumbangsih untuk keberlanjutan energi dan lingkungan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan panduan praktis bagi pengambil keputusan, pengembang perumahan, dan masyarakat dalam menerapkan teknologi energi surya di tingkat rumah tangga. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali