DETAIL DOCUMENT
Analisis Potensi Energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sistem On-Grid Di Balai Banjar se-Kuta Selatan.
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Wardana, I Wayan Nesa
Purnama, Ida Bagus Irawan
Triadi, I Nyoman Sedana
Subject
Ilmu Teknik 
Datestamp
2023-09-04 04:49:02 
Abstract :
Analisis Potensi Energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Sistem On-Grid Di Balai Banjar se-Kuta Selatan. Implementasi PLTS dirasa sangat memadai dipasang di setiap banjar di Bali untuk meningkatkan target bauran EBT. Perencanaan PLTS ini dilakukan di 52 Banjar seluruh Kuta Selatan yang terdiri dari 9 Desa Adat. Dilakukan perencanaan Sunny Design kemudian didapat kapasitas PLTS yang sekiranya bisa dipasang, modul surya yang digunakan, dan jenis unit inverter yang dipakai. Didapat rata-rata DNI di seluruh Banjar Kecamatan Kuta Selatan yakni 4,9 kWh/m2. Standar iradiasi yang baik untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sangat tergantung pada beberapa faktor, termasuk lokasi geografis, jenis sistem PLTS yang digunakan, dan tujuan penggunaan energi listrik yang dihasilkan. Standar DNI yang baik akan sangat tergantung pada jenis teknologi PLTS yang digunakan. Sebagai contoh, sistem PLTS dengan pelacakan matahari biasanya memerlukan tingkat DNI yang lebih tinggi daripada sistem fotovoltaik tetap. Secara umum, DNI di kisaran 4-7 kWh/m² dapat dianggap baik untuk PLTS berbasis pelacakan matahari. Penelitian ini mensimulasikan 52 Banjar di seluruh Kecamatan Kuta Selatan. Simulasi dilakukan di aplikasi berbasis web Sunny Design dengan langkah pertama yakni mengetahui titik lokasi, luasan atap, dan daya terpasang. Tahap kedua yakni mencocokkan dengan luasan atap sisi utara tiap Banjar. Tahap ketiga yakni mengumpulkan kapasitas perencanaan. Diperoleh total produksi energi tahunan perencanaan daya PV yang akan dipasang di seluruh Banjar di Kecamatan Kuta Selatan sebesar 369,464 MWh. Produksi ini karena adanya pemasangan PLTS rooftop sebesar 249,6 MW dengan kapasitas tiap modul yang dipakai bervariasi yakni 600 Wp dan 500 Wp. Kapasitas ini divariasikan dan disesuaikan dengan luasan atap, dan diambil variasi kapasitas modul yang paling optimum jumlah pembangkitannya dan sekiranya dapat terpasang dari ketiga opsi skema variasi yang dipilih. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali