Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Rianingsih, Ni Komang
Astawa, I Putu Mertha
Arsana, I Made Marsa
Subject
Ilmu Ekonomi
Datestamp
2023-09-05 10:37:24
Abstract :
Balanced Scorecard adalah pilihan yang tepat untuk menilai kinerja perusahaan dari sisi financial dan non financial. Pengukuran kinerja dalam Balanced Scorecard terbagi dalam 4 perspektif utama yaitu perspektif keuangan, perspektif pelanggan, perspektif pertumbuhan dan pembelajaran, dan perspektif proses bisnis internal. Metode pengukuran ini berusaha menyeimbangkan pengukuran antara aspek keuangan dengan aspek non keuangan sehingga dapat menjadi dasar penilaian kinerja.Teknik analisis yang digunakan adalah teknik analisis kuantitatif dan kualitatif. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan laporan keuangan Tahun 2020 sampai dengan Tahun 2022 yang meliputi laporan neraca dan laporan laba rugi, serta kolektibilitas kredit untuk mengukur kinerja perspektif keuangan, data jumlah pelanggan (nasabah) dan kuesioner yang diisi oleh pelanggan (nasabah) untuk mengukur kinerja perspektif pelanggan, data inovasi dan proses bisnis untuk mengukur kinerja perspektif proses bisnis internal, dan kuesioner yang diisi karyawan untuk mengukur kinerja perspektif dan pertumbuhan.Hasil analisis menunjukkan dari perspektif keuangan yang diukur dengan CAR, current ratio, ROI, ROE, dan NPL menunjukkan hasil yang cukup baik karena NPL mengalami kenaikan. Kinerja perspektif pelanggan (nasabah) yang diukur dengan tingkat akuisisi pelanggan (nasabah), tingkat retensi pelanggan (nasabah) dan tingkat kepuasan pelanggan (nasabah) menunjukkan hasil yang baik. Kinerja dari perspektif proses bisnis internal menunjukkan hasil yang baik Perspektif pembelajaran dan pertumbuhan menunjukkan hasil yang baik karena berdasarkan survei kepuasan karyawan diperoleh hasil ?Sangat Puas? Jadi mulai saat ini, LPD diharapkan lebih banyak memberikan perhatian terhadap perspektif lainnya, Karena jika kinerja ketiga aspek lainnya bagus, maka akan memberikan efek positif pada perspektif keuangan.