Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Putra, I Gusti Agung Jaya
Ardana, I Wayan Raka
Putra, I Gusti Putu Mastawan Eka
Subject
Teknik Elektro
Datestamp
2023-09-08 08:16:58
Abstract :
Kemasan adalah bahan kemasan produk yang melindungi, mengidentifikasi, mendeskripsikan dan mempromosikannya. Kemasan produk harus mempunyai komposisi warna yang baik yang dapat menjadikan barang tersebut menarik minat konsumen. Warna kemasan memiliki peran yang sangat penting dalam desain kemasan produk. Pemilihan warna yang tepat pada kemasan dapat meningkatkan daya tarik produk dan memengaruhi persepsi konsumen terhadap merek dan produk tersebut. Pada Industri kosmetik, permasalahan yang kerap terjadi saat produksi adalah ketika warna yang dicetak pada kemasan produk tercetak tidak sesuai dengan warna sebenarnya. Hal ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti ketidakcocokan antara sistem warna yang digunakan atau ketidaksempurnaan peralatan pencetakan. Oleh karena itu, Pada penelitian ini dirancang sebuah sistem pemilah kemasan otomatis berdasarkan warna yang berbasis Internet of Things yang dibuat menggunakan mikrokontroler ESP32 sebagai pusat kontrolnya. Sistem ini menggunakan sensor warna TCS3200 untuk mendeteksi dan memilah 3 warna kemasan yaitu warna merah, yaitu merah, merah tua, dan merah muda. Sistem ini juga dilengkapi dengan sensor infrared yang berfungsi sebagai penghitung jumlah produk yang masuk. Selain itu, motor servo juga digunakan sebagai pemindah kemasan ke tempat yang sesuai dengan hasil pemilahan. Data hasil pemilahan kemasan produk dapat ditampilkan pada LCD dan dapat dimonitoring pada website. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sistem yang dibuat dapat memilah kemasan produk ke jalur yang sesuai berdasarkan hasil identifikasi warna. Kondisi pencahayaan dan jarak sensor dengan objek kemasan berpengaruh terhadap tingkat akurasi sistem. Sistem pemilah kemasan otomatis berdasarkan warna berbasis Internet of Things ini memiliki tingkat akurasi sistem yang baik pada kondisi yang ideal. Tingkat akurasi tertinggi yang diperoleh sistem ini yaitu 93% pada kondisi jarak sensor 5 cm dan kondisi pencahayaan rendah.