Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Sugiantari, Ni Komang Elsa
Putrayasa, I Made Agus
Pramitari, I Gusti Ayu Astri
Subject
Akuntansi
Datestamp
2023-09-07 06:13:07
Abstract :
Laba merupakan salah satu indikator yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajemen. Informasi laba kerap menjadi target manipulasi tindakan oportunis manajemen untuk memaksimumkan kepentingannya. Perilaku manajemen untuk mengatur laba berdasarkan kepentingannya ini dikenal dengan istilah manajemen laba. Penelitian ini mengukur tindakan manajemen laba dengan nilai discretionary accrual menggunakan Modified Jones Model. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bukti empiris terkait pengaruh kepemilikan manajerial dan dewan komisaris independen sebagai proksi dari good corporate governance, ukuran perusahaan, dan leverage terhadap manajemen laba.
Jenis penelitian ini kuantitatif bersifat asosiatif kausal dengan menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan tahunan. Populasi penelitian ini yaitu perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2019-2021. Sampel penelitian ini sebanyak 30 perusahaan manufaktur yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yakni analisis regresi linier berganda.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba. (2) Dewan komisaris independen tidak berpengaruh signifikan positif terhadap manajemen laba. (3) Ukuran perusahaan berpengaruh signifikan positif terhadap manajemen laba. (4) Leverage berpengaruh signifikan negatif terhadap manajemen laba. (5) Kepemilikan manajerial, dewan komisaris independen, ukuran perusahaan, dan leverage berpengaruh signifikan secara simultan terhadap manajemen laba. Penelitian ini memperoleh kesimpulan bahwa kepemilikan manajerial, ukuran perusahaan, dan leverage berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba, sedangkan dewan komisaris independen tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap praktik manajemen laba. Bagi pemegang saham dan kreditor serta pemangku kepentingan lainnya diharapkan secara berkesinambungan dapat memonitor penerapan good corporate governance sebagai upaya menghindari risiko akibat praktik manajemen laba yang tidak baik, serta mengawasi perusahaan emiten yang memiliki ukuran perusahaan besar karena diketahui berpengaruh positif terhadap praktik manajemen laba.