Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Pratamadinata, Galih Yudha
Mudhina, Made
Rani, Ni Made Sintya
Subject
Bidang Teknik Sipil Lain Yang Belum Tercantum
Datestamp
2022-10-29 23:44:33
Abstract :
Proyek konstruksi merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk
membuat suatu bangunan sesuai dengan rencana, kualitas, biaya dan waktu yang
telah ditentukan [1]. Pada umumnya proyek konstruksi melibatkan beberapa bidang
yaitu teknik sipil, arsitektur, dan lain sebagainya. Secara garis besar terdapat dua
jenis pekerjaan pada proyek konstruksi yaitu pekerjaan struktur dan pekerjaan
finishing. Setiap jenis pekerjaan membutuhkan material yang beragam dengan
jumlah yang tepat sesuai dengan perhitungan volume pekerjaan. Ketepatan jumlah
material pada proyek, beresiko baik terhadap biaya dan waktu pelaksanaan proyek
konstruksi. Kebutuhan material dihitung dengan terperinci agar resiko material sisa
(waste) tidak terlalu besar.
Volume material merupakan hasil perhitungan kebutuhan material sesuai
dengan jenis pekerjaan. Volume dihitung untuk memperoleh besarnya biaya yang
diperlukan pada pelaksanaan pekerjaan tersebut [2]. Satuan volume material pada
proyek konstruksi berupa satuan luas (m2), volume (m3), berat (kg), dan buah (bh).
Contoh pada pekerjaan pembesian, satuan besi selain bisa menggunakan satuan
berat (kg) juga bisa menggunakan satuan batang (btg). Satuan berat digunakan
untuk RAB dan kontrak pekerjaan sedangkan satuan batang digunakan untuk
keperluan pengadaan material.
Pekerjaan struktur bangunan merupakan pekerjaan inti struktural yang
meliputi pekerjaan pondasi, kolom, balok, lantai, dan lain sebagainya [1]. Salah satu
contoh permasalahan yang terjadi pada pekerjaan struktur yaitu dengan
ketersediaan material yang ada, pelaksanaan kerja belum menggunakan material
secara optimal. Hal tersebut akan beresiko terjadinya material sisa (waste) dengan
jumlah besar. Dengan ini perhitungan kebutuhan material secara terperinci, dan
penggunaan material dengan optimal sangat diperlukan agar permasalahan
dilapangan dapat teratasi.
2
Dengan demikian, penulis tertarik melakukan analisis perhitungan
kebutuhan material pekerjaan bekisting dan pembesian pada struktur kolom, balok,
dan pelat lantai. Alasan penulis mengambil sampel pekerjaan struktur kolom, balok
dan pelat lantai yaitu pekerjaan struktur membutuhkan jumlah material yang besar
yang meliputi besi tulangan, dan material bekisting. Dari kebutuhan material yang
besar tersebut, sisa material (waste) akan besar pula. Dengan demikian analisis ini
bertujuan untuk mendapatkan hasil volume yang mencukupi dengan jumlah sisa
material yang lebih kecil. Analisis ini dilakukan pada pekerjaan struktur Proyek
Pembangunan Gedung Ditreskrimsus Polda Bali. Hasil analisis perhitungan
kebutuhan material ini, diharapkan dapat memberikan efisiensi pengadaan material
sekaligus optimalisasi penggunaan material pada sebuah proyek konstruksi.