DETAIL DOCUMENT
Analisis Implementasi Sistem Informasi Pembelian Berbasis Enterprise Resource Planning (ERP) dengan Menggunakan Aplikasi Odoo (Studi Kasus PT. Catur Elang Perkasa Balikpapan)
Total View This Week0
Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Ainiyah, Isminatul
Darmayasa, I Nyoman
Arazy, Dito Rozaqi
Subject
Akuntansi 
Datestamp
2023-09-10 04:40:13 
Abstract :
PT. Catur Elang Perkasa merupakan perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi serta mendukung kerja sama yang baik dengan perusahaan PT. Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT) untuk memenuhi dan menyediakan permintaan terkait dengan pengadaan. PT. Catur Elang Perkasa ini menggunakan menggunakan sistem informasi berupa aplikasi Odoo berbasis sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dalam operasional terkait pergudangan untuk mengelola bisnis perusahaan pada departemen logistik hanya menggunakan modul inventori dan purchase pada aplikasi Odoo. Sistem yang digunakan oleh departemen logistik merupakan modul inventori dan purchase yang merupakan suatu sistem untuk mengetahui persediaan stok barang yang keluar dan masuk, serta untuk persediaan barang yang keluar akan ditulis di buku pembantu lalu di input ke excel dan juga di input pada aplikasi Odoo. Permasalahan yang terjadi pada departemen logistik yaitu sering kali terjadi kesalahan pada penginputan persediaan barang keluar yang mengakibatkan stok persediaan berbeda pada aplikasi dan persediaan pada gudang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan suatu informasi yang akurat dengan data primer berupa hasil wawancara terhadap informan dan observasi, lalu data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait dengan hal yang diteliti yaitu berupa data persediaan yang keluar dan masuk. Hasil dari data yang terkumpul dilakukan pengujian dengan cara menggunakan perhitungan buffer stock dan reorder point, lalu hasil dari pengujian tersebut yang nantinya akan digunakan untuk memprediksi pembelian persediaan barang yang akan diperlukan dan mengetahui persediaan barang yang keluar setiap hari maupun setiap minggunya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pembahasan buffer stock persediaan jumlahnya kurang untuk memenuhi hasil perhitungan buffer stock sehingga perusahaan harus melakukan pembelanjaan atau membeli barang persediaan sesuai dengan perhitungan pada reorder point agar produksi berjalan dengan lancar tanpa kekurangan barang saat proses produksi berjalan dan produksi tidak terhambat. 
Institution Info

Politeknik Negeri Bali