Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Wulandari, Ni Nyoman Ratih
Putra, I Gusti Putu Mastawan Eka
Sangka, I Gde Nyoman
Subject
Teknik Elektro
Datestamp
2023-09-09 14:30:52
Abstract :
Lahan yang minim didaerah perkotaan tidak memunginkan untuk Masyarakat bercocok tanam secara konvensional menggunakan media tanah. Seiring dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang pada bidang pertanian, pada tahun 1945 mulai ada studi mengenai budidaya tanaman hidroponik. Hidroponik adalah sebuah metode bercocok tanam menggunakan air yang dialiri oleh nutrisi hara makro dan mikro sebagai pengganti unsur hara pada tanah. Metode bercocok tanaman dengan teknik hidroponik menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin bercocok tanam dilahan yang sempit. Bercocok tanaman dengan hidroponik memiliki keunggulan salah satunya tanaman dapat lebih cepat dipanen, yang dipengaruhi oleh kontak langsung antara akar dengan oksigen, tingkat keasaman air yang optimum, serta adanya peningkatan penyerapan nutrisi yang seimbang. Masih banyaknya masyarakat atau petani tanaman hidroponik yang masih menggontrol pH air dan kandungan nutrisi pada air secara manual, Maka dari itu penulis akan melakukan penelitian pengontrolan dan memonitoring kandungan nutrisi dan pH air pada tanaman secara otomatis dengan menggunakan sensor pH dan sensor TDS dengan menggunakan mikrokontroler ESP32 yang berbasis IoT, dengan menggunakan teknik NFT pada hidroponik yang digunakan. Sistem ini mengukur nilai pH, nutrisi, suhu dan ketinggian air di dalam wadah penampungan dengan menggunkan sensor pH, sensor TDS, sensor suhu air, dan sensor ultrasonik. Jika nilai pH yang dibaca oleh sensor kurang atau lebih dari set point nutrisi maka sistem akan mengalirkan cairan basa atau cairan asam kedalam wadah penampungan, sedangkan jika sensor membaca nilai TDS kurang dari set point maka sistem akan mengalirkan pupuk AB mix kedalam wadah penampungan hingga tercapai set point yang diinginkan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tanaman selada hidroponik yang di tanaman menggunakan sistem pengontrolan pH dan nutrisi mengalami pertumbuhan lebih subur dari pada tanaman selada yang ditanaman secara konvensional.