Institusion
Politeknik Negeri Bali
Author
Yasa, I Putu Kartika
Suparta, I Wayan Darya
Budiadi, I Made
Subject
Bidang Teknik Sipil Lain Yang Belum Tercantum
Datestamp
2023-09-09 06:01:47
Abstract :
Perancah adalah konstruksi dari batang bambu, kayu, atau pipa baja yang didirikan ketika suatu gedung sedang dibangun untuk menjamin tempat kerja yang aman bagi tukang. Material perancah terus berkembang seiring dengan kebutuhan dalam mencapai biaya, waktu dan mutu yang paling efektif dan efisien.. Dalam penelitian ini di dilakukan analisa secara langsung di lapangan perbandingan jumlah biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan perancah yaitu menggunakan scaffolding dan bambu pada proyek pembangunan Gedung SD Negeri 4 Penatih.
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan di lapangan, produktivitas tenaga kerja, harga upah dan alat sesuai kondisi di lapangan. Dilakukan analisa untuk mencari koefisien bahan, alat dan tenaga kerja, serta analisa perbandingan waktu dan biaya pelaksanaan pekerjaan perancah.
Hasil penelitian analisa perbandingan biaya dan waktu pekerjaan perancah yaitu dalam penyelesaian pekerjaan perancah dengan volume pekerjaan perancah balok, plat lantai sebesar 340.40 m2 dengan waktu penyewaan 2 bulan membutuhkan biaya sebesar Rp. 54,682,536.00 Sedangkan perancah bambu membutuhkan biaya Rp 21,080,972.00 selisih biaya yang ditimbulkan yaitu sebesar Rp. 33.601.564,00 atau 69.39%. Pekerjaan ring balok lantai 2 dangan volume sebesar 128.65 m2 untuk perancah scaffolding dengan waktu penyewaan 1 bulan membutuhakan biaya Rp.10,185,349.00 sedangkan untuk perancah bambu membutuhkan biaya Rp. 7.918.407,00. terdapat selisih biaya antara perancah scaffolding dan bambu sebesar Rp. 2.266.942.00 atau sebesar 17,42%. Hal yang mendasari penggunaan perancah bambu lebih murah karena perolehan alat yang lebih murah dan penggunaan ke dua kali tidak diperlukan biaya pembelian karena perancah bambu pada proyek ini digunakan 2 kali. Sedangkan untuk scaffolding dipengaruhi oleh harga sewa setiap bulannya.