DETAIL DOCUMENT
Asuhan Keperawatan Gerontik Dengan Gangguan Nyeri Akut Pada Kasus Rheumatoid Arthritis Terhadap Tn. S Di wilayah Kerja Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara, Tanggal 13-15 mei 2019
Total View This Week3
Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
SARI, FADILA NURMA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2019-12-30 04:27:12 
Abstract :
Indonesia penderita rematik pada tahun 2011 perkiraan prevalensinya 29,35%. Tahun 2012 prevalensinya sebanyak 39,47%, tahun 2013 prevalensinya sebanyak 45,59%. Data Riskesdas tahun 2007 dan tahun 2013 prevalensi rheumatoid arthritis Nasional mengalami peningkatan dari 32,2% menjadi 36,6% penderita. Provinsi Lampung tahun 2015 sebanyak 118.659, untuk Lampung utara tahun 2016 sebanyak 18.558 penderita dan tahun 2018 sebanyak 4.017 penderita. Data Puskesmas Kotabumi II Kabupaten Lampung Utara, jumlah kunjungan penderita Rheumatoid Arthritis pada tahun 2018 sebanyak 3772. (Puskesmas Kotabumi II). Berdasarkan hasil tersebut adapun rumusan-rumusan masalah Laporan Tugas Akhir ini adalah “Bagaimanakah asuhan keperawatan gerontik dengan nyeri akut pada kasus reumatik di wilayah kerja puskesmas kotabumi II lampung utara tanggal 13-15 mei 2019. Tujuan laporan tugas akhir ini memberi gambaran pelaksanaan asuhan keperawatan gerontik pada kasus reumatik menggunakan pendekatan proses perawatan pada tahap Pengkajian keperawatan sampai dengan Evaluasi dan dokumentasi keperawatan. Pengkajian pada Tn. S terjadi nyeri pada kaki kanan dan kirinya, tampak memegangi kedua kakinya, skala nyeri 7 (1-10), mudah lelah saat beraktifitas, susah tidur malam hari. Diagnosa keperawatan yaitu nyeri akut, hambatan mobilitas fisik, gangguan pola tidur. Rencana dan pelaksanaan adalah manajemen nyeri (meliputi lakukan pengkajian nyeri secara komprensi lokasi, durasi, frekuensi, kualitas, skala). terapi latihan ambulasi (meliputi anjurkan klien memakai alat bantu (tongkat), bantu klien berpindah sesuai kebutuhan seperti: berpindah tempat duduk), peningkatan tidur (meliputi catat pola tidur klien dan jumlah jam tidur klien, bantu meningkatkan jumlah jam tidur klien, tentukan pola tidur atau aktivitas klien). Evaluasi selama 3 hari pada ketiga diagnosa adalah masalah teratasi. Simpulan laporan tugas akhir dapat memberikan gambaran tentang Asuhan Keperawatan gerontik dengan gangguan rasa aman nyaman pada kasus Rheumatoid Arthritis mulai pengkajian hingga tahap evaluasi. Saran untuk Puskesmas Kotabumi II pelayanan melaksanaan asuhan keperawatan secara mandiri menggunakan format pendokumentasian keperawatan. Kata Kunci : Askep Gerontik, Rheumatoid Arthritis, Nyeri akut Referensi : 11 (2009-2018) 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang