Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
Imron, Riyanti
Rudiyanti, Novita
Subject
RG Gynecology and obstetrics
Datestamp
2020-08-12 03:42:30
Abstract :
Akseptor KB di Bandar Lampung pada tahun 2012 sebanyak : 109.651 akseptor dengan rincian sebagai berikut: KB IUD 15.784 (14,4%), MOW 2.359 (2,15%), Inplan 8.616 (7,86 anak per wanita) , Suntik 41.295 (37,66anak per wanita) , Pil 37.131 (33,9%) , MOP 1.772 (1,616%), kondom 2.694 (2,456%). Hasil pre survey terdapat data kegagalan penggunaan KB pil yang mengakibatkan ibu menjadi hamil. Masalah dalam penelitian tingginya penggunaan alat kontrasepsi Hormonal di bandingkan dengan penggunaan alat kontrasepsi non Hormonal dan belum di ketahuinya faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan KB di wilayah kerja puskesmas kota Bandar Lampung tahun 2016.
Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas pelayanan KB oleh Bidan di wilayah kerja puskesmas kota Bandar Lampung Tahun 2016, (pendidikan , lama masa kerja, keterampilan , sarana dan prasarana)
Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan crossectional, jumlah populasi sebanyak 500 responden, sedangkan sampel yang di ambil 120 bidan teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling, data yang di kumpulkan data primer dengan teknik observasi menggunakan checklist dengan 3 kali observasi, di bantu oleh 10 orang enumerator. Analisis yang di gunakan dengan univariat prosentase, bivariat dengan uji Chi-Square dan multivariat dengan regresi logistik model prediksi.
Hasil penelitian didapatkan ada hubungan antara pendidikan dengan kualitas pelayanan KB p- value=0,003, keterampilan P- value=0,000, tidak ada hubungan lama masa kerja p- value=0,055, sarana prasarana p- value=0,941.
Untuk itu peneliti menyarankan kepada Dinas Kesehatan agar bekerjasama dengan instansi terkait yaitu BKKBN, dalam memberikan bantuan sarana prasarana, alat-alat kontrasepsi dan pelatihan KB bagi bidan terutama tentang konseling dengan penggunaan ABPK dan keterampilan pemasangan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD dan Inplant). Bagi Puskesmas kota Bandar Lampung dapat memberikan himbauan pada bidan agar lebih meningkatkan pelayanan sesuai dengan standar (SOP, kepada akseptor KB, Konseling/ penyuluhan pada pasangan usia subur (PUS)/ masyarakat terutama tentang MKJP, (IUD dan Inplant), bekerjasama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, keluarga sehingga cakupan KB meningkat.