Abstract :
Penyakit diare merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat di
Indonesia, hal tersebut dikarenakan masih tingginya angka kesakitan diare yang
menimbulkan kematian. Kejadian diare dipengaruhi beberapa faktor diantaranya
faktor lingkungan seperti kepemilikan jamban keluarga, sarana air bersih, sarana
pembuangan air limbah, sarana pembuangan sampah.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor lingkungan yang
berhubungan dengan kejadian Diare di Puskesmas Krui Kecamatan Pesisir Tengah
Kabupaten Pesisir Barat.
Jenis penelitian yang digunakan yaitu cross sectional. Penelitian dilakukan pada
bulan April 2021. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
simple random sampling. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh rumah yang
dinyatakan menderita diare berdasarkan data Puskesmas Krui, jumlah sampel yang
diteliti sebanyak 69 sampel. Variabel independen yaitu kepemilikan jamban
keluarga, sarana air bersih, sarana pembuangan air limbah, sarana pembuangan
sampah, sedangkan variabel dependennya yaitu kejadian diare.
Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan kepemilikan jamban
dengan kejadian diare dengan nilai P=0,781, ada hubungan sarana air bersih dengan
kejadian diare dengan nilai P=0,005, ada hubungan sarana pembuangan air limbah
dengan kejadian diare dengan nilai P=0,000, ada hubungan sarana pembuangan
sampah dengan kejadian diare dengan nilai P=0,002.
Masih tingginya angka kejadian diare pada masyarakat di Puskesmas Krui
Kecamatan Pesisir Tengah Kabupaten Pesisir Barat, maka disarankan kepada
masyarakat agar memperbaiki sanitasi lingkungan dengan cara memiliki jamban
yang memenuhi syarat, memperbaiki sarana air bersih, memiliki sarana
pembuangan air limbah, memiliki sarana pembuangan sampah.
Kata kunci : Diare, Jamban keluarga, Air bersih, Air limbah dan Sampah
Daftar bacaan : 29 (2005-2020)