Abstract :
Survei kesehatan Depkes RI pada tahun 2009 lalu, berdasarkan data tabulasi Depkes
RI menyebutkan bahwa tindakan bedah dan operasi berada di urutan ke-11. Tindakan operasi
di Indonesia pada tahun 2012 mencapai 1,2 juta jiwa. Masalah yang sering muncul sebelum
dilakukan operasi adalah kecemasan. Foot massage dengan lemon essential oil adalah salah
satu cara yang efektif untuk mengatasi gangguan tingkat kecemasan yang dialami oleh klien.
Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pengaruh pemberian foot massage dengan lemon
essential oil terhadap penurunan tingkat kecemasan klien pre operasi di Ruang Bedah RSUD
Abdul Moeloek Provinsi Lampung.
Desain penelitian ini menggunakan quasy experiment dengan rancangan pre test post
test with control group desain. Jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik
accidental sampling. Populasi dalam penelitian ini adalah klien pre operasi dengan jumlah
sampel 44 responden. Analisis yang digunakan adalah uji t test independen. Waktu penelitian
mulai tanggal 1 maret sampai 30 maret di Ruang Bedah RSUD Abdul Moeloek Provinsi
Lampung. Hasil penelitian ini menunjukan rata-rata skor kecemasan pada kelompok kontrol
post test 15,32. Sedangkan skor kecemasan pada kelompok intervensi didapatkan saat post
test 8,27. Didapatkan p-value 0,000 yang menunjukan adanya perbedaan skor kecemasan
pada kedua kelompok, kelompok kontrol yang tidak dilakukan tindakan foot massage
dengan lemon essential oil dan kelompok intervensi yang dilakukan tindakan foot massage
dengan lemon essential oil. Diharapkan keluarga klien menggunakan terapi foot massage
dengan lemon essential oil pada klien saat klien mengalami gangguan tingkat kecemasan.
Pada peneliti selanjutnya agar dapat menggunakan terapi massage lainnya, sedangkan untuk
rumah sakit dapat memasukan terapi foot massage dengan lemon essential oil sebagai terapi
alternatif dalam mengatasi gangguan tingkat kecemasan pada klien pre operasi.
Kata Kunci : Foot Massage, lemon essential oil, Pre Operasi, Kecemasan
Daftar bacaan : 27 ( 1996 – 2018)