Abstract :
Faktor penyebab terjadinya ASI tidak lancar yaitu karena makanan ibu,
isapan bayi, frekuensi menyusui, faktor psikologis dan perawatan payudara (Rudi,
2014). Fenomena yang terjadi atau berdasarkan salah satu faktor penyebab dari
kelancaran dan produksi ASI biasanya disebabkan oleh faktor psikologis yang
dialami oleh ibu terutama faktor kecemasan. Berdasarkan data jumlah pasien di
PMB Nurhasanah, S.Tr. Keb Gudang lelang, Bandar lampung pada bulan Mei
2022 terdapat 7 dari 10, 70% ibu melahirkan mengalami masalah produksi ASI.
Tujuan asuhan yang dilakukan pada ibu nifas terhadap Ny. F adalah untuk
mengatasi masalah produksi ASI dengan penatalaksanaan teknik pijat oksitosin
selama 7 hari dilakukan 1-2 kali sehari selama 3-5 menit.
Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah pengaplikasian
metode 7 langkah varney untuk melakukan tatalaksana Pijat Oksitoisn pada ibu
nifas. Pengumpulan data juga dilakukan dengan melakukan wawancara terhadap
Ny. F, dan juga pemeriksaan fisik yang meliputi inspeksi, palpasi, auskultasi serta
observasi. Ditambah dengan data dari buku register ibu di PMB Nurhasanah, S.Tr.
Keb.
Hasil yang diproleh dari studi kasus yang di lakukan terhadap Ny. F
dengan penatalaksanaan teknik pijat oksitosin selama 7 hari adalah produksi ASI
menjadi lebih banyak yang di tandai dengan bayi kuat menyusu, ibu dapat
mendengar suara bayi menelan ASI, BAB bayi berwarna kuning berbiji, bayi
tertidur nyenyak selesai menyusui, bayi BAK 6 ? 8 kali biasanya tidak berwarna
kuning pucat. Penulis menyarankan kepada PMB Nurhasanah S.Tr Keb untuk
menerapkan pijat oksitosin kepada ibu yang memiliki masalah produksi ASI yang
sedikit.
Kata Kunci : Pijat Oksitosin, Ibu Nifas