Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
PUTRI, BELLA TIARA SEPTIANA
Subject
RK Dentistry
Datestamp
2022-12-27 03:48:18
Abstract :
Kehilangan gigi yang dibiarkan terlalu lama tanpa penggantian akan menyebabkan migrasi, rotasi gigi, erupsi berlebih, dan penurunan efisiensi kunyah. Penulis mendapatkan kasus kehilangan gigi 36,37 dan 46,47 dengan edentulous area yang sempit dan resorbsi tulang alveolar.
Tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah untuk mengetahui teknik penyusunan gigi, desain pembuatan, kendala-kendala dan cara mengatasi pembuatan flexi denture.
Prosedur pembuatan diawali dari persiapan model kerja, duplicating, survey dan block out, transfer desain, penanaman pada okludator, penyusunan gigi, flasking, pemasangan sprue, boiling out, pembuatan lubang diatoric, pengolesan CMS. Selanjutnya tahap injection, deflasking, pemotongan sprue, finishing, dan polishing.
Hasil yang didapat bentuk gigi tiruan sesuai dengan desain yang telah direncanakan, warna gigi sesuai dengan SPK, retensi dan stabilisasi baik, elemen gigi disusun normal, basis gigi tiruan halus dan mengkilap. Kesimpulannya penyusunan gigi dilakukan mengikuti linggir pasien dan gigi antagonis yang masih ada, pasien kehilangan gigi 36, 37 dan 46, 47 karena edentulous yang sempit maka dibuatkan gigi 36 dan 46 saja. Desain basis yang digunakan unilateral dan clasp utama terletak pada gigi 35, 38, dan 45, 48. Kendala yang dialami saat fitting, protesa sulit masuk ke model kerja. Pada saat finishing, bagian sudut flexi denture sulit dirapikan dan bahan poles masuk ke bagian servikal. Saran dari penulis saat survey dan block out dilakukan dengan teliti dan benar agar tidak terjadi kesulitan pada saat fitting ke model kerja dan insersi ke pasien. Tahap finishing dan polishing sudut flexi denture dirapikan dengan scapel, amplas halus.
Kata kunci : Flexi Denture, Edentulous, Resorbsi Daftar bacaan : 19 (1991-2017)