Abstract :
Media merupakan material yang dipersiapkan untuk pertumbuhan mikroorganisme di laboratorium. Salah satu media yang dapat digunakan untuk pertumbuhan jamur adalah media SDA (Sabouraud Dextrose Agar). Media SDA merupakan salah satu media kultur yang paling umum digunakan, namun media instan ini harganya mahal, dan hanya diperoleh pada tempat tertentu. Kacang kedelai (Glycine max) memiliki kandungan nutrisi yang cukup lengkap yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi yang akan digunakan untuk pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan media alternatif kacang kedelai dengan konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20% sebagai media pengganti SDA untuk pertumbuhan jamur Aspergillus flavus. Jenis penelitian ini bersifat quasi eksperimen, subyek penelitian ini adalah media pertumbuhan jamur yaitu media alternatif dari kacang kedelai. Hasil yang diperoleh dengan uji deskriptif, didapatkan rata-rata diameter jamur pada media SDA yaitu sebesar 16,524 mm, dan pada media kacang kedelai konsentrasi 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, dan 20% yaitu sebesar 15,63 mm, 17,20 mm, 19,91 mm, 21,30 mm, 22,03 mm. Semakin tinggi konsentrasi kacang kedelai semakin besar diameter koloni jamur yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan yang bermakna antara ukuran diameter koloni Aspergillus flavus pada media SDA dan media kacang kedelai. Kacang kedelai dapat digunakan sebagai salah satu bahan alternatif media tumbuh jamur Aspergillus flavus.
Kata Kunci : Kacang Kedelai, Aspergillus flavus
Daftar Bacaan : 35 (1993-2019)