DETAIL DOCUMENT
POTENSI EKSTRAK DAUN BELIMBING MANIS (Averrhoa carambola L.) TERHADAP PERTUMBUHAN Candida albicans SECARA IN-VITRO
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
Pratiwi, Kadek Ananda
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2021-02-11 08:03:33 
Abstract :
Candida albicans merupakan jamur yang komensal pada manusia dan bersifat oportunistik yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia yang disebut dengan kandidiasis. Terdapat 298 kasus baru penderita kandidiasis di RSUD Dr. Soetomo Surabaya pada tahun 2013-2016. Kandidiasis biasanya diobati menggunakan nistatin topikal, ketokonazol, atau flukonazol. Pemberian obat antijamur secara terus-menerus dapat menyebabkan jamur menjadi resisten. Ekstrak daun belimbing manis memiliki aktivitas antijamur, karena memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, dan tanin. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Penelitian eksperimental laboratorium dengan desain penelitian Rancangan Acak Lengkap. Variabel terikat adalah Candida albicans dengan tingkat kepekaan sesuai dengan standar Mc Farland 0,5 yaitu 1 X 108 CFU/ml serta variabel bebas berupa ekstrak etanol daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) metode maserasi dengan konsentrasi 80%, 85%, 90%, 95%, dan 100%. Penelitian ini menggunakan metode difusi cakram Kirby Bauer dengan melihat zona hambat yang terbentuk. Analisa data menggunakan uji Anova, dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun belimbing manis (Averrhoa carambola L.) dengan konsentrasi 80%-100% berpotensi menghambat pertumbuhan Candida albicans dengan rata-rata diameter zona hambat sebesar 9 – 15 mm (kategori lemah-sedang). Kata Kunci : Candida albicans, ekstrak daun belimbing manis Daftar bacaan : 41 (2001 – 2020) 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang