DETAIL DOCUMENT
HUBUNGAN PEMBERIAN OBAT ANTI TUBERKULOSIS (OAT) DENGAN KADAR UREUM DAN KREATININ PADA PENDERITA TB PARU (STUDI PUSTAKA)
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
MAULANA, LENY YULITA
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-12-29 07:18:59 
Abstract :
Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis (TB) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang masih menjadi tantangan global. Obat anti tuberkulosis (OAT) seperti rifampisin dan streptomisin dapat bersifat nefrotoksik atau destruktif terhadap sel-sel pada ginjal. Untuk menilai fungsi ginjal digunakan pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian obat anti tuberkulosis (OAT) dengan kadar ureum dan kreatinin pada penderita TB paru. Bidang penelitian adalah di bidang Kimia Klinik. Jenis penelitian ini adalah Studi pustaka. Berdasarkan hasil studi pustaka yang dilakukan pada 15 jurnal didapatkan hasil sebanyak 10 artikel (67%) menyatakan ada hubungan pemberian obat anti tuberkulosis dengan kadar ureum pada penderita tuberkulosis paru dan sebanyak 5 artikel (33%) menyatakan tidak ada hubungan pemberian obat anti tuberkulosis dengan kadar ureum pada penderita tuberkulosis paru. Sedangkan sebanyak 10 artikel (67%) menyatakan ada hubungan pemberian obat anti tuberkulosis dengan kadar kreatinin pada penderita tuberkulosis paru dan sebanyak 5 artikel (33%) menyatakan tidak ada hubungan pemberian obat anti tuberkulosis dengan kadar kreatinin pada penderita tuberkulosis paru. Kata Kunci : Obat Anti Tuberkulosis (OAT), Ureum, Kreatinin. Daftar bacaan :47 (1996-2021) 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang