Abstract :
Fraktur femur merupakan kehilangan kontinuitas tulang paha, kondisi fraktur femur secara klinis bisa berupa fraktur femur terbuka yang disertai adanya kerusakan jaringan lunak (otot, kulit, jaringan saraf, dan pembuluh darah) dan fraktur femur tertutup yang dapat disebabkan oleh trauma langsung pada paha. World health organization (WHO) menyebutkan bahwa 1,24 juta korban meninggal tiap tahunnya di seluruh dunia akibat kecelakaan. Kejadian fraktur femur di dunia mengalami peningkatan dari 1,7 juta menjadi 6,3 juta. Tujuan Laporan Akhir ini untuk melaksanakan hasil pelaksanaan asuhan keperawatan pada Pasien Fraktur Femur (Tertutup) Dengan Tindakan Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Di Instalasi Bedah Sentral RSUD. Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi Lampung Tahun 2021.
Pengumpulan data dilaksanakan pada tanggal 13-16 Mei 2021 selama 3-4 hari perawatan. Pengumpulan data menggunakan metode deskriptif melalui proses keperawatan, yaitu pengkajian, menentukan diagnosa, merencanakan tindakan, inplementasi dan evaluasi keperawatan.
Hasil asuhan keperawatan adalah evaluasi dari setiap diagnosa yang muncul untuk pre operasi dengan gangguan mobilitas fisik masalah belum teratasi karena pasien masih belum dapat beraktivitas secara mandiri. Evaluasi dari diagnosa intra operasi adalah perdarahan tidak terjadi, sehingga intervensi dihentikan. Evaluasi diagnosa nyeri post operatif yaitu nyeri, sehingga dilakukan rencana tindak lanjut dan intervensi yaitu monitor nyeri pasien, anjurkan redakan nyeri secara mandiri dan kolaborasi pemberian analgetik. Penulis menyarankan untuk pasien dapat beristirahat dan belajar mobilisasi dan jika nyeri timbul gunakan teknik relaksasi nafas dalam.
Kata Kunci : Asuhan Keperawatan Perioperatif, Fraktur Femur.
Daftar Refrensi : 24 (2008-2019)