Abstract :
Abstak
Gagal ginjal kronik merupakan gangguan fungsi renal yang progresif dan ireversibel dimana kemampuan tubuh gagal untuk mempertahankan metabolisme dan keseimbangan cairan dan elektrolit, menyebabkan uremia. Uremia adalah istilah yang umumnya dipakai untuk menyatakan gejala klinis yang diakibatkan oleh hilangnya fungsi renal yang sangat besar. Uremia menyebabkan depresi sumsum tulang, sehingga akan terjadi kekurangan atau kehilangan eritropoetin yang dapat mengakibatkan anemia pada pasien gagal ginjal kronik. Kadar ureum yang tinggi akan menyebabkan perubahan morfologi pada eritrosit uremia. Tujuan penelitian yaitu untuk mengetahui hubungan kadar ureum dengan kelainan bentuk eritrosit pada pasien gagal ginjal kronik di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek. Jenis penelitian yang digunakan yaitu analitik korelatif dengan desain penelitian cross sectional dan menggunakan uji korelasi Spearman. Penelitian dilakukan di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek pada bulan Mei 2019. Responden penelitian berjumlah 34 pasien gagal ginjal kronik. Hasil penelitian didapatkan hubungan yang bermakna antara kadar ureum dengan kelainan bentuk eritrosit burr cell (p=0,000; r=0,816), ovalosit (p=0,000; r=0,801), sel target (p=0,003; r=0,499) akantosit (p=0,005; r=0,470) dan sel krenasi (p=0,025; r=0,385).
Kata Kunci : Kadar Ureum, Kelainan Bentuk Eritrosit, Gagal Ginjal Kronik