Abstract :
Ibu pasca sectio caesarea cenderung memiliki masalah dalam pengeluaran
kolostrum akibat dari beberapa faktor penghambat hormon laktasi. Pengeluaran
kolostrum yang lama menjadi kendala yang sering muncul pada ibu pasca sectio
caesarea, pengaruh anestesi dan juga rasa nyeri menjadi dua hal yang dapat
menghambat pengeluaran hormon laktasi. Back rolling massage merupakan salah
satu intervensi non-famakologis yang dapat merangsang pengeluaran hormon
laktasi yaitu hormon prolaktin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
hubungan antara pemberian back rolling massage terhadap pengeluaran kolostrum
pada ibu pasca sectio caesarea di RSUD Dr. H. Abdul Moeloek Provinsi
Lampung. Penelitian ini menggunakan desain penelitian quasy-experiment dengan
rancangan post test only with control group design, jumlah sampel sebanyak 60
responden. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, analisa data
statistik menggunakan T-test Independent. Hasil penelitian diperoleh rata-rata
waktu pengeluaran kolostrum pada kelompok intervensi 10,4 jam setelah
dilakukan back rolling massage, dan rata-rata waktu pengeluaran kolostrum pada
kelompok kontrol 14,33 jam. Hasil analisa statistik pvalue 0,001<α 0,05 maka
disimpulkan ada pengaruh pemberian back rolling masssage terhadap pengeluaran
kolostrum ibu pasca sectio caesarea. Diharapkan hasil penelitian ini dapat
menjadi bahan pertimbangan kepada perawat dalam memberikan asuhan
keperawatan dalam upaya pengeluaran kolostrum ibu pasca sectio caesarea.
Kata Kunci: Back rolling massage, Kolostrum, Sectio Caesarea
Kepustakaan: 29 (2006-2018)