Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
Sinaga, Devita Rose Giovany
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2019-12-16 04:16:19
Abstract :
Masalah pada balita salah satunya yaitu gizi kurang adalah keadaan tidak sehat (patologis) yang timbul karena tidak cukup makanan atau konsumsi energi dan protein kurang selama jangka waktu tertentu. Tujuan nya adalah memberikan asuhan kebidanan kepada balita anak R dengan gizi kurang menggunakan pendekatan manajemen kebidanan. Menurut World Health Organization (WHO) Tahun 2016 prevalensi gizi kurang 14,4%, berdasarkan prevalensi di Indonesia Tahun 2016 gizi kurang 11,8%, prevalensi di provisni Lampung gizi kurang Tahun 2016 110,1%, berdasarkan Dinkes Lampung Timur Tahun 2016 BGM 1,4% dan menurut data Puskesmas Pasir Sakti Kabupaten Lampung Timur yang mengalami gizi kurang 1,2%.
Asuhan kebidanan yang diberikan pada An.R dilakukan kunjungan selama 8 minggu. Kunjungan pertama melakukan anamnesa, deteksi tumbuh kembang balita R. Kunjungan kedua melakukan pemberian terapi Modisco yang bernilai gizi yang tinggi. Kunjungan ketiga tetap menganjurkan ibu untuk pemberian terapi modisco dan mengajarkan ibu pijat tuina. Kunjungan keempat, kelima, keenam tetap melanjutkan asuhan pada kunjungan sebelumnya. Dan kunjungan ketujuh melakukan evaluasi terhadap asuhan yang telah diberikan sebelumnya.
Evaluasi terhadap asuhan yang telah diberikan yaitu pada kunjungan kedua berat badan anak terdapat peningkatan yaitu 100 gram dari 7,8 kg menjadi 7,9 kg. Kemudian pada catatan kunjungan ketiga berat badan yaitu 1 minggu dari kunjungan sebelumnya terdapat peningkatan berat badan yaitu 100 gram dari 7,9 kg menjadi 8,0 kg. Pada catatan kunjungan keempat berat badan anak ada peningkatan yaitu 100 gram dari 8,0 kg menjadi 8,1 kg. Pada catatan kunjungan kelima berat badan anak terdapat peningkatan yaitu 100 gram dari 8,1 kg menjadi 8,2 kg. Pada catatan kunjungan keenam berat badan anak terdapat peningkatan sebanyak 200 gram dari 8,2 kg menjadi 8,4 kg. Dan pada catatan kunjungan ketujuh berat badan anak terdapat peningkatan sebanyak 200 gram dari 8,4 kg menjadi 8,6 kg.
Simpulan yang dapat diperoleh dari asuhan kebidanan yang telah dilakukan, gizi kurang pada An.R ada sedikit teratasi dan tidak ditemukan komplikasi pada An.R. Asuhan kebidanan ini sangatlah bermanfaat untuk pemantuan kesehatan dan tumbuh kembang pad An.R dengan balita gizi kurang sehingga penulis menyarankan untuk lebih meningkatkan pemantauan kesehatan dengan membawa anak setiap bulan ke posyandu untuk menimbang berat badan, memeriksa kesehatan anak, memberikan anak PMT, dan bubur kacang ijo.
Kata Kunci : Gizi kurang, Modified Dried Skimed Milk and Coconut Oil, Pijat Tuina
Daftar Bacaan : 22 (2008-2018)