Abstract :
Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini menyebar melalui droplet orang yang telah terinfeksi basil tuberkulosis. Sebagian besar kuman TB menyerang paru, tetapi dapat juga mengenai organ tubuh lainnya. Fenomena TB di Indonesia menurut Riskesdas, 2007 TB adalah penyebab kematian kedua setelah stroke. Ironisnya, TB merupakan pembunuh bayi yang ke sembilan dan pembunuh balita pada urutan ke delapan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kualitas lingkungan fisik rumah dan karakteristik pada penderita TB Paru. Komponen karakteristik yang diperiksa adalah umur, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan. Sedangkan lingkungan fisik rumah yang diamati adalah jenis lantai, jenis dinding, pencahayaan, kelembaban, ventilasi, dan kepadatan hunian.
Penelitian ini bersifat deskriptif yaitu menggambarkan lingkungan fisik rumah dan karakteristik pada penderita TB Paru di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Hajimena Kecamatan Natar Kabupaten Lampung Selatan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita TB Paru positif yang tercatat di UPT Puskesmas Hajimena selama tahun 2018 sebanyak 37 responden. Dalam penelitian ini pengambilan sampel dilakukan dengan teknik total sampling sehingga seluruh populasi diambil sebagai sampel sebanyak 37 responden.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa faktor resiko yang paling mungkin mempengaruhi kejadian TB Paru berdasarkan karakteristik responden adalah umur dan pekerjaan. Pada pengamatan kualitas lingkungan fisik rumah responden, diketahui bahwa pada jenis lantai, jenis dinding, kelembaban, pencahayaan, dan ventilasi masih banyak yang belum memenuhi syarat. Sedangkan untuk variabel kepadatan hunian, telah memenuhi secara keseluruhan yaitu lebih dari 8 m2/orang.
Kata kunci : Tuberkulosis, TB Paru.
Daftar Bacaan : 24 (1999-2017)