DETAIL DOCUMENT
Asuhan Kebidanan Terhadap Batita Asuhan Kebidanan Pada Batita G Dengan Keterlambatan Perkembangan: Aspek Motorik Halus, Sosial Kemandirian dan Bicara Bahasa Di PMB Kusfiyana Rohmawati Tulang Bawang Barat
Total View This Week1
Institusion
Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang
Author
Nur Cahya, Setyawati
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2019-12-23 04:13:00 
Abstract :
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan (skill) dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Ruang lingkup asuhan tumbuh kembang dilakukan di PMB Kusfiyana Rohmawati dari tanggal 21 maret – 18 april 2019. Asuhan stimulasi deteksi dini terhadap Batita G usia 24 bulan ditemukan masalah pada pemeriksaan perkembangan mengguanakan KPSP 24 bulan berupa keterlambatan perkembangan pada aspek motorik halus, sosial kemandirian dan bicara bahasa, didapatkan skore KPSP “Ya” = 7. Rencana asuhan akan dilakukan 5 kali kunjungan. Pelaksanaan asuhan pada Batita G dengan keterlambatan perkembangan dilakukan kunjungan sebanyak 5 kali. Kunjungan pertama melakukan deteksi dini tumbuh kembang Batita G serta pemeriksaan antropometri. Pemeriksaan pada 2 minggu pertama dilakukan asuhan sesuai dengan perencanaan dan menganjurkan ibu untuk melakukan menstimulasi kemampuan motorik halus, bicara Bahasa dan sosial kemandirian seperti menjanjurkan ibu untuk mengajarkan anaknya melepas pakaian, buat anak mau bertanya dan bercerita tentang apa yang dilihat dan didengarnya, serta melatih kemampuan jari-jari anak. Pemberian asuhan pada 2 minggu kedua didapatkan skore KPSP 8 yaitu keterlambatan pada aspek sosial kemandirian dan bicara bahasa, memberikan stimulasi yang sama dan selalu libatkan ibu dalam pemberian asuhan stimulasi. Evaluasi setelah dilakukan stimulasi sebanyak 5 kali kunjungan, pada 2 minggu pertama skore KPSP anak dari 7 menjadi 8. Batita G sudah bisa mengucapkan paling sedikit 3 kata diajukan oleh pemeriksa, yaitu anak mau menjawab saat ditanya dengan jelas, tetap terus anjurkan kepada ibu untuk melakukan stimulasi. Evaluasi 2 minggu kedua Batita G sudah bisa makan sendiri tanpa tumpah, Batita G makan dengan tenang bersama ibunya di meja makan, seperti yang sudah dibiasakan ibu. Skore KPSP anak yang didapat yaitu dari 8 menjadi 9. Kesimpulan setelah dilakukan asuhan kebidanan pada Batita G dengan keterlambatan perkembangan stimulasi dan intervensi dari KPSP 7 menjadi 9 dan tumbuh kembang anak sesuai dengan usianya. Saran terhadap ibu melakukan stimulasi lanjutan kepada anak agar anak terus mengalami peningkatan perkembangan, anjurkan ibu untuk melakukan di tenaga kesehatan terdekat dengan menggunkan form KPSP yang sesuai. Kata kunci : tumbuh kembang, meragukan. Daftar baca : 8 (tahun 2010-2017) 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Tanjung Karang