DETAIL DOCUMENT
Formulasi Sediaan Sabun Mandi Cair Dari Ekstrak Etanol Daun Ungu (Graptophylum Pictum (L.) Grifith)
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
NINGSIH, DIAH DESMI WAHYU
Amri, Zul
Khasanah, Heti Rais
Susilo, Avrilya Iqoranny
Krisyanella, Krisyanella
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2024-12-09 09:05:49 
Abstract :
Latar belakang: Salah satu herbal yang dapat ditambahkan dalam sediaan sabun mandi cair adalah daun ungu (Graptophylum pictum (L.) Grifith. Daun ungu memiliki kandungan kimia triterpenoid, alkaloid, flavonoid, glikosida, saponin, dan tanin yang diketahui memiliki sifat antibakteri. Selain itu, flavonoid dalam daun ungu juga berfungsi sebagai antioksidan. Antioksidan dalam bahan kosmetik dapat memberikan efek melembabkan dan mencerahkan kulit, tidak hanya terjaga kelembapannya namun terlihat lebih bercahaya. Berdasarkan hal diatas, maka peneliti tertarik untuk memformulasikan ekstrak etanol daun ungu sebagai sediaan sabun mandi cair. Tujuan: Penelitian ini bertujuan agar diketahui karakteristik formulasi sediaan sabun mandi cair dengan variasi konsentrasi ekstrak etanol daun ungu 2%, 3% dan 4%. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental untuk meneliti karakteristik sediaan sabun mandi cair dengan konsentrasi ekstrak daun ungu 0%, 2%, 3% dan 4% dengan parameter uji organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa dan iritasi. Hasil: Hasil uji karakteristik sediaan sabun mandi cair pada formula I, formula II dan formula III telah memenuhi syarat uji organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa yang ditetapkan oleh SNI serta tidak menyebakan iritasi pada kulit. Sedangkan pada basis sabun diketahui menyebabkan adanya tanda iritasi yaitu kemerahan pada 3 orang responden. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, hasil pengujian organoleptis, homogenitas, pH, tinggi busa dan uji iritasi Formula 1, Formula II dan Formula III diketahui memenuhi Karakteristik Sediaan Sabun Mandi Cair menurut SNI Sabun Mandi Cair - 064085-1996. Saran : Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan variasi konsentrasi ekstrak daun ungu dibawah 2% dan variasi konsentrasi CMC dibawah 1%. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu