DETAIL DOCUMENT
Gambaran Respon Farmasis terhadap Kebijakan Vaksinasi Covid-19 di Kota Bengkulu
Total View This Week0
Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
ZAVIRA, KHOFIFAH HERDA
Putri, Yona Harianti
Iqoranny, Avrilya
Irnameria, Dira
Meinisasti, Resva
Subject
R Medicine (General) 
Datestamp
2022-09-09 02:26:29 
Abstract :
Latar belakang: COVID-19 (coronavirus disease 2019) adalah penyakit yang disebabkan oleh jenis corona virus baru yaitu Sars-CoV-2, yang dilaporkan pertama kali di Wuhan Tiongkok pada tanggal 31 Desember 2019. Mentri kesehatan telah menetapkan salah satu langkah yang efektif untuk menanggulangi masalah COVID-19 adalah dengan melakukan vaksinasi. Berbagai persepsi masyarakat muncul mengenai kebijakan vaksinasi. Sebuah penelitian yang dilakukan untuk menilai prevalensi penerimaan vaksin COVID-19 pada masyarakat di Arab Saudi menyebutkan dari 992 responden, 642 responden menyatakan berminat menerima vaksin dan 350 responden menolak menerima vaksin COVID-19. Berdasarkan hal diatas maka peneliti tertarik untuk mengetahui bagaimana Respon Farmasis terhadap kebijakan vaksinasi Covid-19 di Kota Bengkulu. Tujuan: Tujuan dari Penelitian ini adalah untuk mengetahui respon farmasis terhadap kebijakan vaksinasi COVID-19 di Kota Bengkulu. Metode:Penelitian menggunakan metode Deskriptif dengan pendekatan cross sectional design untuk melihat gambaran Respon Farmasis Terhadap Kebijakan Vaksinasi COVID-19 di Kota Bengkulu tahun 2021. Hasil: Dalam penelitian responden yang lebih dominan adalah Tenaga Teknis Kefarmasin berjenis kelamin perempuan perempuan dengan rentang usia 20-25 tahun. Respon farmasis terhadap kebijakan vaksinasi COVID-19 berada pada katagori respon yang baik dengan rata-rata nilai 47,88, tetapi dalam penelitian masih ditemukan respon negatif responden, salah satunya adalah responden meragukan kehalalan vaksinasi, efektifitas, dan efek samping dari vaksin COVID-19. Kesimpulan: Respon farmasis terhadap kebijakan vaksinasi COVID-19 berada pada katagori respon yang baik dengan rata-rata nilai 47,88, tetapi dalam penelitian masih ditemukan respon negatif responden, salah satunya adalah responden meragukan kehalalan vaksinasi, efektifitas, dan efek samping dari vaksin COVID-19. Saran:Dalam penelitian ini masih ditemukan respon negatif responden terhadap vaksinasi COVID-19 sehingga dibutuhkan peran pemerintah untuk memeratakan penyebaran informasi tentang kebijakan vaksinasi COVID-19. 
Institution Info

Poltekkes Kemenkes Bengkulu