Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
NURDIYANTI, REZA
Khasanah, Heti Rais
Iqoranny, Avrilya
Sayuti, Noviandi
Muslim, Zamharira
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2022-09-09 04:36:48
Abstract :
Latar belakang : Provinsi Bengkulu (khususnya Kabupaten Bengkulu Tengah) merupakan salah satu penghasil tanaman Jeruk Kalamansi (Citrus microcarpa). Pada kulit jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) memiliki kandungan flavonoid. Flavonoid bertindak sebagai antibakteri dan antioksidan yang efektif dalam mengatasi radikal bebas yang berpengaruh buruk pada kulit. Bentuk sediaan farmasi yang dapat digunakan menjaga kesehatan tubuh dari pertumbuhan bakteri salah satunya adalah sabun. Sabun merupakan bahan pembersih kulit dan berbagai peralatan yang diguakan secara umum sehari-hari. Pada saat ini sabun cair semakin banyak digunakan karena praktis dan menarik.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui formula sabun cair dari ekstrak etanol kulit jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) yang memenuhi standar uji sediaan sabun mandi cair.
Metode : Penelitian ini merupakan penelitian eksperiment laboratorium. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak tiga kali dengan variasi kosentrasi ekstrak kulit jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) 2%, 3%, dan 4% . Analisa data dengan menggunakan analisa deskriptif dan Uji Anova.
Hasil : Hasil uji SPSS yaitu uji Annova dan Kruskal-Wallis menunjukkan nilai P value aalah >0.05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh variasi konsentrasi ekstrak kulit jeruk kalamansi pada sediaan sabun cair. Pada sediaan sabun cair dari ekstrak etanol kulit jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) yang memenuhi standar uji yaitu formula II, III, dan IV dengan pH antara 8-11, tinggi busa antara 13-220 mm, sediaan homogen dan tidak mengiritasi. Sedangkan hasil uji organoleptis, tidak memenuhi dari segi bentuk karena berbentuk kental.
Kesimpulan : Semakin besar konsentrasi ekstrak kulit jeruk kalamansi (Citrus microcarpa) yang digunakan maka pH sediaan sabun cair semakin menurun.