Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
RAHAYU, RIZKI ASRI
Fithriani, Yenni
Meinisasti, Resva
Khasanah, Heti Rais
Muslim, Zamharira
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-09 09:10:31
Abstract :
Latar belakang: Kopi arabika merupakan tanaman komoditas penting di daerah Selupu Rejang, Provinsi Bengkulu, namun hingga saat ini pemanfaatan tanaman kopi terfokus pada pengolahan biji kopi, daun kopi dianggap limbah dan belum banyak dimanfaatkan. Daun kopi arabika mengandung alkaloid, saponin, flavonoid, dan polifenol yang memiliki peran aktif sebagai senyawa antioksidan. Antioksidan merupakan senyawa kimia yang memiliki kemampuan untuk memadamkan radikal bebas, dimana radikal bebas dapat memberi efek buruk terhadap kesehatan tubuh. Pengujian aktivitas antioksidan dilakukan dengan metode DPPH (2,2-Difenil-1-Pikrilhidrazil) yang merupakan metode pengujian antioksidan paling efektif dan efisien.
Tujuan: Mengetahui aktivitas antioksidan ekstrak etanol daun kopi arabika (Coffea arabica l.) dengan metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH).
Metode: Penelitian menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan menganalisa kadar antioksidan ekstrak etanol daun kopi arabika setelah diberi penambahan DPPH yang berperan sebagai radikal bebas.
Hasil: Hasil dari pengujian aktivitas antioksidan dengan panjang gelombang 517 nm dan waktu inkubasi selama 20 menit diperoleh nilai IC50 larutan standar vitamin C sebesar 1,767 ppm dan ekstrak etanol daun kopi arabika sebesar 35,253 ppm yang bersifat sangat kuat.
Kesimpulan: Diperoleh nilai IC50 ekstrak etanol daun kopi arabika sebesar 35,253 ppm.