Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
TIARA IDULMA, IRVA
Okfrianti, Yenni
Yuliantini, Emy
Simbolon, Demsa
Krisnasary, Arie
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 02:22:51
Abstract :
Kefir adalah susu yang difermentasi oleh sejumlah mikroba, yaitu bakteri
penghasil asam laktat (BAL), bakteri penghasil asam asetat, dan khamir.Kefir
dibuat melalui proses fermentasi menggunakan mikroba bakteriauntuk
mengetahuiDeskripsi pH, total BAL, dan daya terimaorganoleptik (P0,P1,P2
dan P3) kefir susu kambing dengan penambahan saritempe
Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat eksperimen atau percobaan. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap ( RAL). Tujuannya adalah untuk menilai suatu perlakuan atau tindakan. Dalam penelitian ini perlakuan yang di adalah Kefir susu kambing dengan penambahan sari tempe.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan formulasi adalah Kefir susu kambing dengan penambahan sari tempe ada pengaruh terhadap pH dengan nilai Ph paling tinggi terdapat pada P1 4,20 (Kefir Susu kambing 100 ml : Sari Tempe 50 ml) dan nilai ph terendah pada P3 3,83 (Kefir Susu Kambing 62,5 ml : sari tempe 62,5 ml). Hasil Nilai BAL tertinggi terdapat pada P3 82,13 x 108 dan total BAL terendah terdapat pada P0 77 x 108. Hasil terhadap penilaian organoleptik warna, aroma, rasa dan kekentalan kefir. Produk kefir yang disukai panelis (perlakuan terbaik) terdapat pada P1 (kefir susu kambing 100 ml dan 25 ml sari tempe) dengan skor organoleptik warna 3,83 (agak suka), organoleptik aroma 3,43 (agak suka), organoleptik rasa 3,53 (agak suka), dan organoleptik kekentalan 3,83 (agak suka).