Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
CASERA, NABELA
Okfrianti, Yenni
Wahyudi, Anang
Wahyu, Tetes
Yosephin, Betty
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 01:05:18
Abstract :
Gaya hidup masyarakat yang cenderung mengonsumsi makanan yang instan, tinggi lemak, dan rendah serat memicu timbulnya masalah kesehatan. Makanan fungsional menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan kesehatan. Makanan fungsional adalah makanan produk segar atau pun makanan olahan yang tidak hanya memberikan rasa kenyang namun juga memberikan keuntungan bagi kesehatan serta dapat mengurangi resiko penyakit pada konsumen. Minuman probiotik (probiotic drink) adalah salah satu produk pangan fungsional yang dihasilkan dari proses fermentasi susu dengan bantuan bakteri asam laktat (BAL). Salah satu pangan fungsional yang populer dan banyak dikembangkan oleh ahli pangan adalah susu fermentasi dalam bentuk yoghurt. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah variasi teknik blanching. Faktor kedua adalah penambahan sari buah naga merah. Masing ? masing perlakuan 3 ulangan. Data yang diperoleh dengan uji organoleptik di analisis dengan membandingkan nilai rata-rata setiap panelis, kemudian di lanjutkan dengan uji Kruskall Wallis jika hasilnya signifikan p <0,05, maka uji lanjutannya menggunakan uji Mann-Whitney. Data hasil pengujian pH dianalisa secara statistik menggunakan Analysis of variance (ANOVA) pada SPSS dengan taraf signifikan p <0,05 dan apabila terdapat pengaruh, maka dilanjutkan dengan Uji Duncan Multiple Range Test (DMRT) untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan. Daya terima yoghurt dari hasil uji organoleptik warna yang mempunyai nilai suka paling tinggi yaitu A4 dan pada aroma, rasa, dan kekentalan yaitu A2. Setelah dilakukan analisa pH menggunakan pH meter didapatkan nilai pH yaitu 3,24. Menurut SNI (2009), pH yoghurt yaitu berkisar 3 ? 4,5. Hasil yang didapatkan jika dibandingkan dengan SNI pH yoghurt memenuhi standar. Pada produk yoghurt yang digunakan dalam penelitian dilakukan pengenceran keenam sampai ke pengenceran kedelapan dan didapatkan hasil 7,33 x 109 . Hasil yang didapatkan jika dibandingkan dengan SNI mutu yoghurt memenuhi standar.