Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
SURYANI, LILIS
Natan, Okdi
Rizal, Ahmad
Kusdalinah, Kusdalinah
Meriwati, Meriwati
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 02:14:18
Abstract :
Latar Belakang :Balita Pendek (Stunting) adalah status gizi yang berdasarkan pada indeks Panjang Badan menurut Umur (PB/U) atau Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Stunting (pendek) merupakan kekurangan gizi yang kronis dinyatakan dalam panjang badan atau tinggi badan menurut umur (PB/U atau TB/U).Kebutuhan zat gizi makro yang tidak tercukupi dapat mengakibatkan beberapa masalah kesehatan.Sumber zink dapat diperoleh dari makanan dengan kandungan zink yang tinggi, sedang dan rendah.Tujuan : Penelitian ini Mengetahui Hubungan Asupan Zat Gizi Makro (Karbohidrat, Protein, Lemak) dan Zink dengan Kejadian Stunting pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu.Metode : jenis penelitian Kuantitatif dengan penelitian pendekatan Cross Sectional. Sampel penelitian 51 balita di Wilayah Kerja Puskesmas Beringin Raya Kota Bengkulu diambil secara Purposive Sampling. Instrumen penelitian ini adalah form food recall (3x24 jam) pengukuran PB ( Length board) dan TB (Microtoise). HasildanKesimpulan: menggunakan uji statistik uji chis-Squaredengan ? = 0,05. Analisis Data Univariat dan Bivariat. Sebagian dari balita tidak stunting mengalami kekurangan asupan zat gizi karbohidrat sebanyak 43 balita (98%), balita stunting dengan asupan protein cukup sebanyak 42 balita (88,23%), balita tidak stunting menglamai asupan lemak kurang sebanyak 36 balita (83,31%), balita stunting mengalami asupan zink kurang sebanyak 25 balita (62,74%). Tidak ada Hubungan Asupan dengan Kejadian Stunting nilai p-value = 0.386, tidak ada Hubungan Asupan Protein dengan Kejadian Stunting nilai p-value = 1.000, tidak ada Hubungan Asupan Lemak dengan Kejadian Stunting nilai p-value = 1.000, ada Hubungan Asupan Zink dengan Kejadian Stunting nilai p-value = 0.005.