Institusion
Poltekkes Kemenkes Bengkulu
Author
NALURIKA, SANILA
Krisnasary, Arie
Suryani, Desri
Meriwati, Meriwati
Rizal, Ahmad
Subject
R Medicine (General)
Datestamp
2024-12-10 00:53:03
Abstract :
Dehidrasi merupakan kondisi ketidakseimbangan cairan tubuh dikarenakan pengeluaran cairan lebih besar daripada pemasukan. Dehidrasi akan terjadi jika tubuh kehilangan cairan tubuh dalam jumlah besar dan dapat menyebabkan rasa haus, hilangnya nafsu makan, menurunnya urinasi, pusing, lemah, sakit otot, meningkatnya denyut nadi dan respirasi, gangguan penampakan fisik, dan pengaturan temperatur suhu. Penelitian ini untuk mengetahui hubungan konsumsi minuman dengan tingkat dehidrasi pada remaja di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu.
Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan observasional dengan rancangan cross sectional pada remaja di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu. Sebanyak 64 remaja yang memenuhi kriteria inklusi dan eklusi. Pengambilan sampel dengan metode simple Random Sampling. Data konsumsi minuman diperoleh menggunakan kuesioner food recall 3x24 jam. Tingkat dehidrasi diperoleh dari kertas kartu warna urine yang dilihat dan dibandingkan langsung dengan warna urine responden yang sudah dimasukan ke dalam plastik cap bening.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remaja SMA Negeri 3 Kota Bengkulu konsumsi minuman remaja SMA Negeri 3 Kota Bengkulu sebagian besar (59,4%) tidak cukup bila dibandingkan dengan Angka Kecukupan Gizi (AKG), untuk jenis kelamin perempuan sebanyak 2150 ml dan laki-laki sebanyak 2300 ml. Remaja SMA Negeri 3 Kota Bengkulu sebagian kecil (37,5%) dehidrasi. Ada hubungan antara konsumsi minuman dengan tingkat dehidrasi pada remaja di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu Tahun 2022 dengan (p<0,000).
Diharapkan hendaknya disediakan galon berisi air minum di setiap ruang kelas agar kebutuhan konsumsi minuman remaja di SMA Negeri 3 Kota Bengkulu selalu terpenuhi kebutuhanmya, dan poster tentang pentingnya konsumsi cairan yang cukup dengan kebutuhannya.